Pada tahun 2022 di Kota Metro terdapat 31,8% lansia yang tidak mandiri dalam beraktivitas sehari-hari. Ketergantungan ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, serta menurunkan kepercayaan diri lansia. Salah satu alat ukur yang digunakan dalam menilai kemandirian lansia adalah Barthel Index, yang mengukur tingkat ketergantungan pasien dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu, peran Discharge Planning menjadi penting dalam membantu lansia mempertahankan atau meningkatkan kemandiriannya setelah perawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pelaksanaan Discharge planning dengan barthel index pasien di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Objek penelitiannya adalah Discharge Planning dan Barthel index Subyek penelitiannya adalah Lansia di ruang rawat inap . Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro pada tanggal 25 Oktober - 25 November 2024. Jumlah sampel penelitian ini berjumlah 109 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dengan menggunakan metode accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji statistik gammaHasil penelitian menunjukkan bahwa 48 responden (44,0%) menerima Discharge Planning dalam kategori cukup, sementara 53 responden (48,6%) memiliki tingkat ketergantungan sedang berdasarkan Barthel Index. Analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara Discharge Planning dengan tingkat kemandirian lansia. Diharapkan Pihak Rumah Sakit dengan melibatkan perawat bekerja sama dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya memberikan edukasi kepada keluarga agar pasien mendapatkan pengobatan dan bantuan untuk perawatan di rumah.