Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kurang memuaskan mengingat hasil penegasan yang dilakukan di Kelas IX-A pada jam pembelajaran bahasa Jawa. Paling tidak, hanya 15 siswa yang mencapai skor 70 atau lebih tinggi, dan 29 siswa lainnya gagal mencapai skor 69 atau lebih tinggi. Hal ini dikarenakan guru tidak menggunakan strategi atau metode yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa, meninggalkan kelas setelah memberikan pekerjaan rumah, tidak menekankan materi yang jelas tentang drama, dan banyak siswa yang terus bermain sendiri sambil belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri guna mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam menjawab pertanyaan tentang drama. Siswa kelas IX-A diisi sebagai subyek survei. Peneliti berperan sebagai guru (mengajar) dalam penelitian ini, dan guru kelas berperan sebagai mitra penelitian dan pemerhati proses pembelajaran drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filosofi meminta untuk selanjutnya membudayakan pembelajaran siswa mencapai materi drama siswa kelas IX-A di SMP Negeri 1 Kalidawir Tulungagung memiliki standar prestasi yang luar biasa. Berdasarkan temuan kajian ini, dapat dikatakan bahwa siswa kelas IX-A di SMP Negeri 1 Kalidawir Tulungagung akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan pertunjukan jika pembelajaran dramatisasi diterapkan melalui strategi permintaan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa berdasarkan nilai postes per siklus yang melebihi KKM yaitu sebesar 86,4% pada siklus II dan 63,6% pada siklus I. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka guru memasukkan strategi ajakan ke dalam bahasa Jawa dalam konten pertunjukan.