Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Akad Istishna’ Pada Usaha Depot Air Minum (Studi Kasus Depot Air Minum isi Ulang “TALUHU AMALIA” Desa Ayula Timur, Kec. Bulango Selatan) Rahman, Abidal Usman; Utina, Almuhajir Baihaqy
Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2 No 1 (2023): JAMAK: Jurnal Mahasiswa Akuntansi (Juni)
Publisher : Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jamak.v2i1.61

Abstract

Depot air minum memiliki peran penting dalam menyediakan air minum berkualitas bagi masyarakat. Permintaan yang terus meningkat untuk air minum dalam kemasan menuntut ketanggapan industri ini dalam memproduksi dan mendistribusikan produknya secara efisien. Dalam konteks ini, Akad Istishna, sebagai instrumen transaksi dalam hukum ekonomi Islam, menjadi landasan yang relevan untuk memahami dan mengatur kesepakatan produksi air minum dalam kemasan. Istishna memungkinkan perjanjian antara pemilik depot dan pihak yang membutuhkan air minum untuk membuat atau memesan produk dengan spesifikasi tertentu, memastikan kejelasan dan keadilan dalam transaksi yang melibatkan produksi barang yang belum ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan akad istishna di Depot Air Minum Isi Ulang Taluhu Amalia Desa Ayula Timur, menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil wawancara dengan penjual menghasilkan data yang relevan dengan objek penelitian. Waktu penelitian dilakukan dalam kurun waktu tiga hari, dari tanggal 14 November sampai 16 November 2023, dengan satu hari untuk wawancara dan observasi, dan dua hari untuk pengolahan data. Implementasi akad istishna di Depot Air Minum isi Ulang Taluhu Amalia memungkinkan konsumen memesan barang sesuai spesifikasi mereka, mengatur perjanjian baik tertulis maupun lisan, dan fleksibilitas dalam pembayaran. Hal ini menjamin terjaganya transaksi antara pemilik dan konsumen sesuai dengan kesepakatan yang dibuat. Kesimpulannya, implementasi akad istishna memiliki dampak positif pada pemenuhan kebutuhan konsumen serta memastikan integritas transaksi antara pemilik dan konsumen Depot Air Minum isi Ulang Taluhu Amalia Desa Ayula Timur.
THE EFFECT OF CURRENT RATIO (CR) AND DEBT TO EQUITY RATIO (DER) ON RETURN ON ASSETS (ROA) IN ENERGY SECTOR COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD 2020–2024 Utina, Almuhajir Baihaqy; Noholo, Sahmin; Husain, Siti Pratiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 Edisi April 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i2.2404

Abstract

This study aims to analyze the effect of Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Return on Assets (ROA) in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2020–2024. The research method employed is a quantitative approach with a causal associative design. The data used are secondary data obtained from companies’ financial statements, with a total sample of 110 observations. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The results show that partially, the Current Ratio (CR) has no significant effect on Return on Assets (ROA), with a significance value of 0.833. Meanwhile, the Debt to Equity Ratio (DER) has a negative and significant effect on Return on Assets (ROA), with a significance value of 0.000. Simultaneously, Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) have a significant effect on Return on Assets (ROA), as indicated by an F-test significance value of 0.000. The coefficient of determination (Adjusted R Square) of 0.128 indicates that the independent variables explain 12.8% of the variation in ROA, while the remaining 87.2% is influenced by other factors outside the research model. This study concludes that capital structure plays a more dominant role in influencing profitability compared to liquidity in energy sector companies. Therefore, companies are expected to manage debt usage optimally to improve financial performance.