Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Gadai Syariah di Pegadaian Syariah Berdasarkan PSAK 107 tentang Pembiyaan Ijarah Mamonto, Heli Wahyuni; Mallarangeng, Fadiya Ramadhani
Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2 No 1 (2023): JAMAK: Jurnal Mahasiswa Akuntansi (Juni)
Publisher : Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jamak.v2i1.71

Abstract

Preferensi pemuasan keinginan dan kepentingan masyarakat semakin luas di era modern yang semakin berkembang. Selain itu, manfaat dan kebutuhan hidup manusia semakin hari semakin bertambah. Orang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas, yang berarti memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan, biaya pendidikan, dan lain sebagainya didorong oleh kebutuhan manusia seperti pengeluaran. Untuk menjalankan suatu usaha yang merupakan salah satu kebutuhan mendesak yang memerlukan uang, masyarakat juga memerlukannya. Dalam situasi ini, menghasilkan uang dengan cepat dan mudah sangatlah penting. Oleh karena itu, organisasi seperti bank, pegadaian, koperasi, dan lain-lain dapat menjadi sumber daya bagi masyarakat. Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas mengelola uang dengan menukarkan barang dari peserta sebagai jaminan. Barang-barang di atas biasanya berupa peralatan rumah tangga (emas) atau barang-barang rumah tangga (elektronik, sertifikat rumah, dll). Pegadaian juga digunakan untuk memastikan bahwa pinjaman tersedia di seluruh masyarakat. Pinjaman Gadai Syariah adalah perjanjian antara pihak yang memiliki harta dengan pihak yang tidak memilikinya. Tujuannya adalah untuk memberikan kepercayaan investor atau menjamin keamanan dana yang diinvestasikan. Oleh karena itu, perdagangan syariah, pada permukaannya, merupakan bisnis yang sangat berisiko dan tidak dapat diprediksi. Bagi umat Islam, ar-rahn merupakan suatu gotong royong (ta’awun).
Implementation of Accountability and Transparency Principles by Productive Zakat Recipients at Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Gorontalo Mallarangeng, Fadiya Ramadhani; Niswatin; Santoso, Ivan Rahmat
Majapahit Journal of Islamic Finance and Management Vol. 6 No. 2 (2026): Islamic Finance and Management
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/mjifm.v6i2.854

Abstract

Productive zakat serves as an empowerment instrument for mustahik at BAZNAS Kota Gorontalo, yet the implementation of accountability and transparency at the recipient level remains challenging. This qualitative descriptive study employs a simple success ratio approach to analyze these principles among five micro-entrepreneur mustahik. Results indicate an accountability ratio of 70% (adequate, strong in fund trustworthiness but weak in administrative recording) and transparency ratio of 100% (excellent, achieved through relational and verbal openness). Grounded in Shariah Enterprise Theory, the vertical dimension (to Allah) is robust, while the horizontal dimension (to the institution) requires strengthening. Findings imply the need for basic financial literacy training and sustained light-touch mentoring to enhance program effectiveness.
Implementation of Accountability and Transparency Principles by Productive Zakat Recipients at Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Gorontalo Mallarangeng, Fadiya Ramadhani; Niswatin; Santoso, Ivan Rahmat
Majapahit Journal of Islamic Finance and Management Vol. 6 No. 2 (2026): Islamic Finance and Management
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/mjifm.v6i2.854

Abstract

Productive zakat serves as an empowerment instrument for mustahik at BAZNAS Kota Gorontalo, yet the implementation of accountability and transparency at the recipient level remains challenging. This qualitative descriptive study employs a simple success ratio approach to analyze these principles among five micro-entrepreneur mustahik. Results indicate an accountability ratio of 70% (adequate, strong in fund trustworthiness but weak in administrative recording) and transparency ratio of 100% (excellent, achieved through relational and verbal openness). Grounded in Shariah Enterprise Theory, the vertical dimension (to Allah) is robust, while the horizontal dimension (to the institution) requires strengthening. Findings imply the need for basic financial literacy training and sustained light-touch mentoring to enhance program effectiveness.