Djakaria, Tiara Al Banjary
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Realisasi Akad Salam (PSAK 403) pada Transaksi Jual Beli di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Minggu Desa Alale Suwawa) Djakaria, Tiara Al Banjary; Badu, Ronald S.
Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2 No 2 (2023): JAMAK: Jurnal Mahasiswa Akuntansi (September)
Publisher : Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jamak.v2i2.100

Abstract

Sebagai mahluk sosial, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya Manusia akan terus berhubungan dengan sesamanya dalam rangka melakukan transaksi ekonomi, termasuk di dalamnya transaksi jual beli, sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggangkat isu “analisis realisasi akad salam pada studi kasus pasar tradisional desa alale” untuk mengetahui adakah pemahaman masyarakat di pasar tradisional desa alale mengenai Akad, khususnya akad salam PSAK 403 dalam bertransaksi. Dalam ranah bisnis, akad memegang peran yang sangat vital, karena perjanjian ini mengatur hubungan antara dua pihak yang terlibat dalam mengelola usaha, dan menjalin keterikatan tersebut dari waktu kini hingga masa depan. Penelitian ini dilakukan dengan menyajikan sekumpulan pertanyaan kepada pedagang di pasar tradisional desa Alale. Metode dan perangkat pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan wawancara dan observasi, serta Analisis datanya dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif. Brdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman atau implementasi akad salam oleh pedagang di pasar tradisional desa Alale masih belum optimal. penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman pedagang tradisional di Desa Alale mengenai akad, terkhususnya pada akad salam. serta rendahnya minat dari pedagang di pasar tradisional desa alale untuk menerapkan akad salam ini dikarenakan dianggap terlalu rumit untuk diterapkan dalam transaksi skala kecil di pasar.