Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FEASIBILITY OF SHALLOW GROUNDWATER QUALITY AS DRINKING WATER IN BANTAN SARI VILLAGE, BENGKALIS ISLAND, RIAU PROVINCE Mairizki, Fitri; Putra, Arief Yandra; Dewandra Bagus Eka Putra; Marsela, Belila; Sartika, Reni
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.1, April 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i1.2783

Abstract

Clean water plays a central role in human survival. The majority of clean water comes from groundwater. Shallow groundwater from dug wells does not necessarily have suitable quality for use because it is vulnerable to contamination. Bantan Sari is one of the villages located on Bengkalis Island. Besides having problem related to water availability, this area also has poor shallow groundwater quality. This study aims were to determine the quality of shallow groundwater in the study area and map its feasibility as a source of drinking water. This research is expected to be the basis for further research to improve groundwater quality on Bengkalis Island. The research methods included field data collection and laboratory analysis. The parameters measured consisted of color, TDS, DHL, pH, Fe and Mn levels. Based on the results of study, 14 dug wells were obtained. Groundwater color in study area were colorless (36%), yellow (7%), brown (21%), and reddish brown (36%). Groundwater TDS ranged from 59 mg/l – 560 mg/l. Groundwater DHL ranged from 107 mg/l – 1080 mg/l. Groundwater pH ranged from 6,49 – 6,74. Groundwater Fe levels ranged from 0,3 mg/l – 5,43 mg/l and groundwater Mn levels < 0,4 mg/l. Based on Minister of Health Regulation No.492/Menkes/Per/IV/2010 about drinking water quality requirements, it is known that only 1 sample (7%) is included in the drinkable category while the other 13 samples (93%) are included in non-drinkable category.
Pemberdayaan Masyarakat Petani Sawit dalam Pengelolaan dan Produksi Pupuk Organik di Desa Batubelah : Pengabdian Muhammad Khairul Afdhol; Tomi Erfando; Rieza Zulrian Aldio; Razif bin Muhammed Nordin; Idham Nugraha; Dewandra Bagus Eka Putra; Novia Rita; Agus Dahlia; Sapitri; Marliati; Rika Lala Saputri; Rusdi Agil Cardova; Reyhan Alfared; Ghoty Hamidah; Rendi Sahputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4836

Abstract

Desa Batu Belah merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama kelapa sawit yang sebagian besar dikelola oleh petani pemula. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya nilai tambah tandan buah segar (TBS) berukuran kecil, keterbatasan teknologi pasca-panen, ketergantungan pada pupuk kimia, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani pemula sawit melalui pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna dan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pembuatan dan penerapan alat pembrondol sawit, pelatihan produksi pupuk organik, serta pendampingan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan buah muda sawit, tersedianya satu unit alat pembrondol sawit yang berfungsi, serta kemampuan masyarakat memproduksi pupuk organik secara mandiri. Program ini berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pada bidang produksi, manajemen usaha, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Batu Belah.