Perkembangan teknologi di sektor energi mendorong implementasi smart grid sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi dan mengurangi emisi karbon. Sistem ini mengintegrasikan teknologi digital dengan jaringan listrik untuk mengoptimalkan distribusi daya, meningkatkan keandalan jaringan, serta mendukung integrasi energi terbarukan. Namun, efektivitas penerapan smart grid dalam berbagai aspek masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya secara empiris.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi smart grid terhadap efisiensi energi, reduksi emisi karbon, dan peningkatan keandalan jaringan listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dari berbagai sumber terpercaya, termasuk laporan International Energy Agency (IEA) serta studi kasus implementasi smart grid di beberapa negara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan smart grid mampu meningkatkan efisiensi energi rata-rata sebesar 15-25% dalam lima tahun pertama serta menurunkan emisi karbon hingga 20%. Selain itu, integrasi energi terbarukan dalam jaringan listrik meningkat secara signifikan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dari segi keandalan, frekuensi gangguan listrik mengalami penurunan hingga 50-57%, sementara kesadaran konsumen dalam penggunaan energi juga meningkat berkat sistem pemantauan konsumsi listrik secara real-time. Kesimpulannya, implementasi smart grid memberikan dampak positif terhadap sistem energi global dengan meningkatkan efisiensi, mengurangi emisi karbon, serta memastikan pasokan listrik yang lebih andal. Oleh karena itu, kebijakan dan insentif yang mendukung perlu diperkuat untuk mempercepat adopsi teknologi ini guna mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan.