Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Desa Ramah Anak di Desa Bedahlawak Jombang melalui Workshop dan Sosialisasi Indikator Desa Ramah Anak Fatichatuz , Aisya Dewi; Rozaq , M. Faisal Maulana; Afifah , Wiwik
PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas Vol 3 No 2 (2024): PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/pnd.v3i2.914

Abstract

Anak adalah salah satu komponen dari masa depan suatu bangsa, kualitas anak di masa tertentu akan mempengaruhi kualitas negara di masa yang akan datang. Kesejahteraan anak sering terabaikan karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai indikator kesejahteraan dari anak. Tujuan pengabdian yang dilakukan di Desa Bedahlawak ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat desa tentang pentingnya mewujudkan Desa Ramah Anak. Program ini dimulai dengan sosialisasi kepada kelompok masyarakat setempat, diikuti dengan workshop untuk pemenuhan Indikator Desa Ramah Anak. Pelatihan dan workshop dilakukan secara tatap muka, melibatkan perangkat desa, komunitas perempuan, dan ibu-ibu PKK. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang indikator kesejahteraan anak berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan anak. Desa Bedahlawak diharapkan dapat menjadi desa yang lebih sejahtera bagi anak dengan memenuhi semua indikator Desa Ramah Anak. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya perlindungan dan pemenuhan dari hak-hak anak.
Criminal Responsibility of Artificial Intelligence Committing Deepfake Crimes in Indonesia Eurike Hailtik, Asri Gresmelian; Afifah , Wiwik
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 4 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i4.222

Abstract

The development of technology that continues to evolve has given birth to an innovation called artificial intelligence or artificial intelligence which is usually called "AI". The development of AI has sparked an algorithm called deepfake technology. Deepfakes use machine learning and neural network technology, which are methods in AI that teach computers to process data in a way inspired by the human brain. This study aims to determine the regulation of AI as perpetrators of deepfake crimes and to determine the criminal responsibility of AI who commit criminal acts in Indonesia. The research method used is normative legal research using a statutory approach (statue approach), conceptual approach (conceptual approach), and comparative approach (comparative approach). AI is classified as an electronic system and electronic agent which when viewed to the characteristics of AI that has a match with the definition of electronic systems and electronic agents. If AI commits deepfake crimes, it can violate several articles in Law No. 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions. In California, legislation has been passed to address deepfakes related to pornography, fraud, and defamation: Calif AB-602 and Calif AB-730. There are three AI criminal liability models that commit criminal acts, namely Perpetration-via another model (PVM), Natural-Probable-Consequence Liability Model (NPCLM), and Direct Liability Model (DLM). In Indonesia, AI has not been recognized as a legal subject so that if you commit a criminal act, the person who must be responsible is the creator of AI or AI users