Hdayat, Alfian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAPITAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA: KRITIK TERHADAP PROGRAM TRADE AND DISTRIBUTION CENTER (BUMDES) DI WILAYAH LOMBOK BARAT-PROVINSI NTB Anam, Syaiful; Hdayat, Alfian; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.227

Abstract

Agenda pembangunan yang terkait peningkatan kesejahteraan kerap mengalami kegagalan. Pembangunan dan model kebijakan yang sangat elites serta mengesampingkan nila-nilai kearifan lokal menjadi salah satu akar penyebab kegagalan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana program pembangunan mengintegrasikan nilai-nilai luhur atau kapital sosial yang ada sebagai Engine of Development. Dalam konteks pembangunan desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mencapai visi yang tertuang dalam “NTB Gemilang” memiliki program Trade and Distribution Center desa yakni program distribusi dan pusat perdagangan di desa melalui skema bisnis Badan Usaha Milik Desa. Skema ini bertujuan untuk modernisasi dan digitilasasi desa dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. Namun, dalam perkembangan studi mengenai Badan Usaha Milik Desa di Indonesia pada umumnya merupakan kebijakan yang kerap diselewengkan untuk kepentingan politik dan pembangunan yang sifatnya parsial dan jangka pendek. Studi ini mencoba menelaah dan memberikan kajian kritis terhadap hilangnya kapital sosial dalam implementasi program Trade and Distribution Center desa. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, studi ini berfokus pada pilot poject Trade and Distribution Center di wilayah Lombok Barat NTB yang secara implisit telah menemukan jawaban bahwa kapital sosial tidak tereproduksi dalam agenda pembangunanan dikarenakan pembangunan yang tergambar sangat politis dan elites baik dalam penyusunan maupun implementasinya.
KAPITAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA: KRITIK TERHADAP PROGRAM TRADE AND DISTRIBUTION CENTER (BUMDES) DI WILAYAH LOMBOK BARAT-PROVINSI NTB Anam, Syaiful; Hdayat, Alfian; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.227

Abstract

Development agendas related to improving welfare in developing countries often face failure. In post-authoritarian Indonesia, the development and policy model patterns are still very elite, centralistic, and clientelist. It even often negates the value of local wisdom as one of the failure’s root causes. This study examines how development programs integrate noble values or social capital as the Development Engine. In the context of village development in NTB, to achieve the vision contained in Governor’s NTB Gemilang Program, the village (Trade and Distribution Center) TDC program is designed, namely the distribution program and Trade Center in the village through the Village-owned Enterprise (BUMDes-Badan Usaha Milik Desa) business scheme. This scheme aims to modernize and digitize the village by fulfilling the basic needs of the village population. This program also is expected to contribute to the village’s domestic income (PADes). However, in the development of BUMDes in Indonesia, this policy model is often distorted for political and development interests that are partial and short-term. This study examines and critically studies the loss of social capital in implementing the TDC program. Modernization and digitalization in the village development agenda, in general, have a good purpose. But it will also damage the values of village Wisdom when development removes an important aspect of existing social capital. Through an exploratory qualitative approach, this study focuses on the pilot project TDC in West Lombok NTB, which implicitly found that social capital is not reproduced in the development agenda because it is deemed as entirely political and elite both in the making and implementation.