p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Garnadi, Jafar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER TRETINOIN MENGGUNAKAN COMPRITOL® ATO DAN CREMOPHOR® RH 40 DENGAN METODE SONIKASI PROBE Garnadi, Jafar; Irviana Prita, Buana; Fenti, Fatmawati
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1646

Abstract

Tretinoin merupakan retinoid generasi pertama yang banyak digunakan dalam pengobatan jerawat yang memiliki karakteristik yaitu bersifat lipofilik (LogP 6,3) dan berpotensi sulit diformulasikan dan pengaplikasian dapat mengiritasi kulit. Salah satu alternatif sistem penghantaran tretinoin adalah Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang merupakan sistem penghantaran terdiri dari campuran lipid cair, lipid padat, dan surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan karakterisasi NLC tretinoin menggunakan lipid padat Compritol® ATO dan surfaktan Cremophor® RH 40. Metode yang digunakan dalam pembuatan NLC tretinoin dari lima formula dengan variasi konsentrasi lipid padat dan surfaktan, metode yang digunakan homogenisasi panas dan dilanjutkan dengan sonikator probe selanjutnya dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan potensial zeta serta penetapan efisiensi penjerapan. Hasil karakterisasi NLC tretinoin selama 30 hari memiliki karakterisasi yang baik yaitu ukuran partikel <600 nm, indeks polidispersitas <0,5, zeta pontensial + -19 mV dan efisiensi penjerapan >80% serta memiliki bentuk morfologi yang sferis.
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Al-fira, Putriyanti; Garnadi, Jafar; Yani, Mulyani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.