Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Pada bulan Januari-September 2022 Kelurahan Tanjung Mas tercatat memiliki kasus DBD tertinggi sebanyak 21 kasus di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran risiko penularan DBD berdasarkan lingkungan fisik, perilaku menguras TPA, dan house index di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah warga RW 05 Kelurahan Tanjung Mas berjumlah 873 KK dengan jumlah sampel 96 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kuesioner, thermohygrometer, senter, dan walking measure. Analisa data menggunakan analisis univariat dengan menyajikan tabel distribusi frekuensi dan kategori risiko. Hasil penelitian ini diperoleh variabel lingkungan fisik yang berkategori berisiko penularan DBD adalah variabel keberadaan kawat kasa dengan responden yang tidak memilki kawat kasa pada ventilasi rumahnya sebanyak (74,0%) dan variabel keberadaan TPA terbuka dengan responden yang memiliki TPA terbuka sebanyak (71,9%). Perilaku menguras TPA dikategorikan berisiko penularan DBD karena mayoritas responden menerapkan perilaku menguras TPA <1 kali/minggu (71,9%), house index (HI) dikategorikan berisiko penularan DBD karena nilai HI di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas ?5%, dan jarak rumah antar penderita lain terdekat dikategorikan berisiko penularan DBD karena jarak rumah antar penderita di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas seluruhnya masih dalam jangkauan jarak terbang nyamuk Aedes sp ?100 meter. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada variabel yang berisiko penularan DBD serta dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut.