Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR BELUM TERLAKSANANYA RETENSI DAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR II Tirta Nadi, Danu; Eka Putri, Meliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26176

Abstract

Pasal 9 Permenkes RI Nomor 269 Tahun 2008 menyatakan bahwa Rekam medis pada fasilitas pelayanan kesehatan non rumah sakit harus disimpan sekurang-kurangnya dua tahun sejak tanggal pasien terakhir menerima perawatan medis, rekam medis yang tidak memiliki fungsi dan nilai guna dapat dimusnahkan. Puskesmas Purwokerto Timur II merupakan Puskesmas yang belum pernah melaksanakan kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis, tujuan penelitian menganalisis faktor penyebab belum dilaksanakannya retensi dan pemusnahan rekam medis di Puskesmas Purwokerto Timur II berdasarkan unsur manajemen 5M. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisa kualitatif. Hasil penelitian menunjukan faktor 5M penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan rekam medis yaitu faktor man: pendidikan terakhir petugas sudah sesuai dengan standar profesi rekam medis namun petugas belum pernah mengikuti pelatihan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis. Faktor mehtode: tidak adanya SPO pemusnahan dan perlu melakukan pembaruan SPO retensi rekam medis. Faktor material: tidak adanya jadwal retensi arsip, tidak tersedianya ruang khusus dan rak penyimpanan rekam medis inaktif. Faktor machine: tidak tersedianya alat pemusnahan rekam medis dan alat scanner khusus untuk retensi rekam medis inaktif. Faktor money: tidak adanya rencana anggaran untuk kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis. faktor penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan rekam medis di Puskesmas Purwokerto Timur II disebabkan oleh personal faktor man, methode, material, machine dan money sehingga Puskesmas Purwokerto Timur II perlu mengadakan pelatihan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis, membuat dan memperbarui SPO, membuat jadwal retensi arsip, mengadakan ruang dan rak penyimpanan inaktif, mengadakan alat scanner dan alat pemusnahan rekam medis serta membuat rencana anggaran.
PENGEMBANGAN SIMULATOR FETAL BERBASIS KONTROL SUARA UNTUK PENGUJIAN ALAT FETAL DOPPLER -, Royan; Mukti Wibowo, Kusnanto; Latif, Abdul; Ishartomo, Farid; Tirta Nadi, Danu; Mulyanto, Arif; Rofiqoch, Isnaeni
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 21, No 1 (2025): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.21.1.424

Abstract

Fetal Doppler is a diagnostic tool to detect fetal heart rate in BPM (beats per minute). Like other medical devices, it must be calibrated periodically by a health facility testing center, as stated in the Regulation of the Minister of Health of Indonesia Number 54 of 2015 article 4 paragraph 1. Article 8 paragraph 1 explains that testing or calibration of medical devices is carried out periodically at least once a year. In addition, testing must be carried out after repairs to medical devices as stated in SNI IEC 62353 of 2014. In addition to testing and calibration, medical devices need to be maintained and tested for function. Therefore, a fetal doppler simulator is needed by medical device technicians to test the function of the fetal doppler. The innovation made on this device is that the simulator is connected to a smartphone with the aim of minimizing electronic components, eliminating settings with buttons and replacing them with Voice Control on the smartphone. This fetal doppler simulator is successfully designed well, it can simulate fetal heart rate from 60-240 BPM with error value of 0% at settings of 90,120,150,180, and 240 BPM. While at setting 60 BPM there is an error value of 1.6%. This simulator is suitable for use as a reference for fetal doppler function test because the error value is below the tolerance of ±5 for BPM on fetal Doppler.