Gagal jantung merupakan sindroma atau gejala klinis yang ditandai dengan sesak napas, kelelahan yang dapat disertai dengan meningkatnya tekanan vena jugular dan edema perifer yang disebabkan gangguan struktural dan atau fungsional yang menyebabkan penurunan cardiac output atau peningkatan intrakardiak saat istirahat maupun beraktivitas. Karakteristik pasien gagal jantung gagal jantung berkaitan dengan faktor risiko terjadinya gagal jantung. Faktor yang mempengaruhi antara lain jenis kelamin, usia, riwayat merokok, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia. Perbedaan karakteristik tersebut bisa menjadi alasan mengapa dampak pengobatan yang diberikan kepada pasien tersebut memiliki efektifitas yang berbeda. Faktor risiko berkaitan dengan kejadian gagal jantung, berperan besar dalam karakteristik yang muncul pada pasien yaitu semakin tinggi faktor risiko yang dialami oleh pasien, maka semakin rentan mereka terkena gagal jantung. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit dan berhasil mengontrol gagal jantungnya, pasien masih mungkin mengalami kekambuhan gagal jantung jika tidak mematuhi terapi yang dianjurkan, seperti tidak mengikuti pengobatan secara benar, melanggar pembatasan diet, tidak mematuhi tindak lanjut medis, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, dan tidak mengenali gejala kekambuhan. Berdasarkan proses pengambilan data dilakukan di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat, ditemukan 68.6% pasien gagal jantung adalah laki-laki dan 31.4% pasien dengan gagal jantung adalah perempuan. Rata-rata usia pasien dengan gagal jantung adalah 62.29 (standar deviasi 11,84). Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 2% pasien mempunyai riwayat penyakit komorbid anemia dan 100% pasien yang patuh dalam mengikuti terapi pengobatannya. Diharapkan untuk para pasien agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang resiko maupun faktor pencetus terjadinya gagal jantung sehingga tidak terjadi kekambuhan.