Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM ANGIN PUTTING BELIUNG DI SMK SWASTA ANUGERAH SIDIKALANG TAHUN 2022 Melinda Naibaho, Risdiana; Silaban, Jojor; Maruli Asiroha Hutagalung, Perak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29246

Abstract

Kabupaten Dairi merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana angin putting beliung. Angka kejadian puting beliung, sepanjang tahun 2019 sebanyak 12 kejadian dan sepanjang tahun 2020 di kabupaten Dairi sebanyak 12 kejadian dan tertinggi di SMK Swasta Anugerah Sidikalangsebanyak 3 kejadian, pada bulan Maret, April dan Juli 2020. Dampak dari bencana angin putting beliung dari tahun 2018 sampai tahun 2020 yang terjadi di Kabupaten Dairi yaitu 2 orang korban jiwa meninggal, selanjunya pada tahun 2022 terjadi 11 kali kejadian menyebabkan puluhan rumah rusak, rusaknya fasilitas umum dan beberapa warga mengalami luka luka. Anak SMA merupakan salah satu kelompok yang sangat beresiko sebelum, saat maupun setelah terjadi bencana.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian “Cross Sectional”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan dan factor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan Siswa/i dalam menghadapi bencana putting beliung di SMK Swasta Anugerah Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2022. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa/i di wilayah kerja SMK Swasta Anugerah Sidikalang berjumlah 73 orang, teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berjenis kelamin Laki-laki, berpengatahuan kurang, memiliki sikap positif terhadap kesiapsiagaan bencana angin putting beliung,pernah mengalami bencana putting beliung, tidak siap siaga terhadap bencana angin putting beliung. Hasil uji statistic chi square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kesiapsiagaan Siswa/i dalam menghadapi bencana angin putting beliung. Terdapat hubungan pengetahuan p value 0,011, sikap p value 0,002 dan pengalaman p value 0.021 dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana angin putting beliung. Diharapkan Siswa/i dapat meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana sehingga memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana angin putting beliung dengan mengikuti sosialisasi, pelatihan serta melakukan simulasi bencana dan perlu dilakukan koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Dairi terkait untuk melakukan sosialisasi dan mitigasi kesiapsiagaan bencana angin putting beliung.
EDUKASI SKRINING KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL ASETAT) UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI DESA SITINJO II KECAMATAN SITINJO Melinda Naibaho, Risdiana; Silaban, Jojor
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2342-2347

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan penerapan konsep pendidikan dalam bidang kesehatan melalui kegiatan edukasi, yang bertujuan untuk membantu individu, kelompok, atau masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku guna mencapai derajat kesehatan yang optimal. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh pengabdi ini berbentuk edukasi bertema “Skrining Kanker Serviks Metode IVA (Inspeksi Visual Asetat) untuk Deteksi Dini Kanker Serviks”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, khususnya Wanita Usia Subur (WUS), agar dapat berperan aktif dalam upaya deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA. Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 orang Wanita Usia Subur yang telah aktif melakukan hubungan seksual dan berdomisili di Desa Sitinjo II. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah dan sesi tanya jawab interaktif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif peserta terhadap pentingnya skrining kanker serviks secara dini menggunakan metode IVA. Hasil pengabdian Masyarakat ini meningkatnya pengetahuan dan sikap positif peserta yang selanjutnya dapat meningkatkan keikutsertaannya. 
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI IBU BALITA SEBAGAI INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING SEJAK 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI POSYANDU DESA SITINJO II Melinda Naibaho, Risdiana; Silaban, Jojor
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak, seperti penurunan kemampuan kognitif dan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Secara nasional, prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 19,8% pada tahun 2024. Di Provinsi Sumatera Utara, prevalensi juga mengalami penurunan dari 25,8% pada tahun 2021 menjadi 18,9% pada tahun 2023. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan intervensi penting dalam pencegahan stunting, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan, karena dapat mencegah penyakit infeksi seperti diare dan kecacingan yang menghambat penyerapan nutrisi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai PHBS sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Desa Sitinjo II dengan sasaran 28 peserta. Metode meliputi pre-test, edukasi melalui penyuluhan dan praktik cuci tangan yang benar, serta post-test untuk evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan 71.4 % dan keterampilan 82,1% mayoritas peserta ke kategori baik setelah intervensi