Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolik kadar gula darah yang melebihi batas normal. Pemicu terjadinya diabetes mellitus dikarenakan memiliki pola makan yang berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya obesitas, kurangnya konsumsi serat dan aktivitas fisik, dan diet tinggi lemak. Penderita DM yang tidak patuh melakukan pengobatan mempunyai risiko mengalami komplikasi nefropati diabetik sebesar 2,8 kali dari penderita DM yang patuh melakukan pengobatan. Penelitian dilakukan pada Oktober 2023 di RS X Surabaya dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pasien memiliki riwayat penyakit bawaan yaitu penyakit lemah jantung dan diabetes mellitus. Pemberian asuhan gizi terstandar dilakukan selama tiga hari dengan pemberikan sembilan kali makan utama serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap asupan zat gizi, nilai biokimia, fisik, dan klinis pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pasien berangsur membaik ditandai dengan asupan makanan pasien yang telah mencapai target 75% mulai hari pertama hingga ketiga, berkurangnya keluhan seperti sesak napas, perut kembang, hingga mual, serta nilai HbA1C dan albumin mulai menuju kearah normal. Hasil monitoring dan evaluasi asuhan gizi selama tiga hari, pasien telah memenuhi target yang ditetapkan pada asupan gizi. Hal ini dikarenakan kemampuan pasien untuk penerimaan makanan yang telah diberikan telah membaik dan kepatuhan pasien terhadap makanan rumah sakit yang tinggi. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi biokimia dan fisik/klinis menunjukkan adanya peningkatan dimana pasien sudah tidak mengalami mual, perut kembung, dan sesak napas pada hari ke-3, denyut nadi dan tekanan darah fluktuatif tetapi masih dalam range normal, dan penurunan nilai biokimia menuju nilai normal.