Penderita stroke infark trombotik dengan kejadian hipertensi dan diabetes mellitus tipe II diberikan diet diabetes melitus tipe II rendah garam dan rendah lemak dengan kadar asupan natrium sebesar 200-400 mg. Pemberian diet ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal, menurunkan kadar tekanan darah, dan mengurangi risiko komplikasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian diet diabetes melitus rendah garam dan rendah lemak pada pasien dengan komorbiditas diabetes mellitus, stroke infark trombotik, hipertensi, dan dislipidemia. Pengambilan kasus dilakukan pada bulan September 2023 selama tiga hari menggunakan metode observasi dan wawancara, serta monitoring dan evaluasi asupan makanan harian pasien selama di rumah sakit. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan biokimia, dan evaluasi kondisi fisik klinis pasien. Hasil menunjukkan bahwa asupan makan pasien sudah memenuhi target asupan harian, dengan kondisi fisik klinis yang membaik, yang ditunjukkan oleh penurunan tekanan darah menuju rentang normal. Pembatasan konsumsi natrium dan lemak yang diterapkan pada menu makanan rumah sakit pasien efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah pasien. Dalam tiga hari pemantauan, kondisi fisiologis pasien mengalami peningkatan signifikan, ditandai dengan penurunan kadar tekanan darah menuju nilai normal dan asupan makan yang memenuhi target asupan harian. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa diet diabetes melitus rendah garam dan rendah lemak efektif dalam meningkatkan kondisi kesehatan pasien dengan komorbiditas diabetes mellitus, stroke infark trombotik, hipertensi, dan dislipidemia, serta dapat dijadikan strategi penting dalam pengelolaan penyakit kronis tersebut.