S. Bronchopneumonia adalah kondisi di mana paru-paru mengalami peradangan karena infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau benda asing. Ventricular Septal Defect (VSD) adalah kelainan jantung bawaan yang umum terjadi pada anak-anak, yang ditandai oleh jalur tidak normal antara ventrikel kiri dan kanan yang mengganggu peredaran darah. Pasien dengan diagnosis S. Bronchopneumonia dan Ventricular Septal Defect (VSD) cenderung memiliki risiko terkena gagal jantung. Kelainan jantung yang menyebabkan aliran darah meningkat ke paru-paru memiliki potensi lebih tinggi untuk mengalami bronkopneumonia dan gagal jantung kongestif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai asuhan gizi klinis pada pasien dengan diagnosis S. Bronchopneumonia dan Ventricular Septal Defect (VSD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan pada satu pasien yang dirawat di Rumah Sakit X, Kota Gresik. Instrumen pengumpulan data meliputi data rekam medis termasuk data antropometri, biokimia, dan fisik/klinis; 24-hour food recall; dan pengukuran berat makanan. Hasil observasi dan intervensi selama 3 hari menunjukkan bahwa pasien berhasil mencapai target asupan harian yang sesuai dengan kebutuhan penyakitnya. Sebagai hasilnya, diet khusus untuk kondisi jantung dengan kandungan energi dan protein yang tinggi disesuaikan untuk mencegah komplikasi tanpa meningkatkan beban kerja jantung. Penekanan pada intervensi nutrisi pasien yang sesuai sangat penting dalam mengelola kondisi medis kompleks seperti bronkopneumonia dan kelainan jantung bawaan. Diet khusus untuk kelainan jantung dengan prinsip tinggi energi dan tinggi protein telah disesuaikan dengan kondisi pasien untuk mengurangi keparahan penyakit tanpa memberatkan kerja jantung