Pola konsumsi masyarakat terjadi pergeseran menjadi beralih untuk konsumsi makanan siap saji dan makanan kemasan karena lebih praktis dan mudah dijumpai. Pergeseran tersebut perlu dikendalikan karena pangan kemasan umumnya memiliki kandungan natrium, gula, maupun lemak yang cukup tinggi. Status gizi dipengaruhi secara langsung oleh asupan makanan. Mengetahui cara membaca dan membiasakan membaca label informasi nilai gizi dapat sebagai pencegahan ketidakseimbangan asupan yang masuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca label informasi nilai gizi pada makanan kemasan dengan status gizi mahasiswa S-1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong melintang (cross sectional) dengan populasi mahasiswa S-1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya. Sampel dipilih dengan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 183 mahasiswa (66 mahasiswa S-1 Gizi dan 117 mahasiswa S-1 Kesehatan Masyarakat). Pengambilan data berupa pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan) oleh peneliti dan pengisian kuesioner (karakteristik responden dan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi) oleh responden. Pengukuran antropometri digunakan untuk mengetahui status gizi responden. Data yang telah didapatkan dianalisis menggunakan uji statistik spearman rho. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (57,9%) dan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi yang cukup (62,8%). Hasil analisis hubungan antara kebiasaan membaca label informasi nilai gizi dengan status gizi menunjukkan nilai p-value 0,022 dengan r=+0,170. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan membaca label informasi nilai gizi dapat mempengaruhi status gizi.