Overweight adalah kondisi berat badan yang melebihi batas berat badan normal. Penurunan berat badan dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi asupan serat pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung ampas tahu dan tepung jali terhadap daya terima yang meliputi warna, aroma, rasa dan kekenyalan, kandungan gizi meliputi karbohidrat dan serat serta nilai ekonomi mie instan untuk makanan alternatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Data hasil uji organoleptik dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Kruskall Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan a = 0,05. Penentuan formula terbaik diambil dari nilai rata-rata tertinggi dari keseluruhan daya terima mie instan yang telah disubtitusi tepung ampas tahu dan tepung jali. Data hasil uji laboratorium untuk kandungan gizi dianalisis dengan menggunakan metode AOAC. Substitusi tepung ampas tahu dan tepung jali berpengaruh terhadap warna, tetapi tidak berpengaruh terhadap aroma, rasa dan kekenyalan mie instan. Substitusi tepung ampas tahu dan tepung jali berpengaruh terhadap kandungan karbohidrat dan serat yang dianalisa. Substitusi tepung ampas tahu dan tepung jali berpengaruh terhadap nilai ekonomi produk mie instan. Produk mie instan terbaik berdasarkan daya terima panelis adalah formula F3. Produk mie instan terbaik berdasarkan kandungan zat gizi adalah formula F3 dengan kadar karbohidrat dan serat per 100 gram mie instan sebesar 73,49 gram dan 6,85 gram. Nilai tersebut mampu memenuhi 52,49% dan 85,62% dari kebutuhan karbohidrat dan serat pada AKG pada usia 19-29 tahun. Mie instan formulasi ini layak sebagai usaha dengan Break Event Point Rp 9.839,28 untuk 1 porsi dan Pay Back Periode (PBP) 1,6 bulan.