Khasanah, Putri Wardani Zumratul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR SOSIAL BUDAYA YANG MEMPENGARUHI KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN PADA BALITA Khasanah, Putri Wardani Zumratul; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32196

Abstract

Masa balita adalah periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi makro dan mikro terpenuhi melalui keragaman konsumsi pangan yang adekuat. Faktor sosial budaya, seperti tradisi, kepercayaan, dan kebiasaan, sangat mempengaruhi pola makan dan pilihan makanan yang diberikan kepada balita. Penelitian mengenai bagaimana faktor sosial budaya mempengaruhi keragaman konsumsi pangan pada balita masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial budaya terhadap keragaman konsumsi pangan balita. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 responden yang memiliki anak berusia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner untuk faktor sosial budaya, serta food recall 24 jam dan kuesioner Individual Dietary Diversity Score untuk menilai keragaman konsumsi pangan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik inferensial antara faktor sosial budaya ibu dengan keragaman konsumsi pangan balita menunjukkan p-value < 0,05 (p=0,004). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat faktor sosial budaya yang mempengaruhi keragaman konsumsi pangan balita. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya keragaman konsumsi pangan dan terbuka terhadap informasi pola makan sehat untuk balita, serta pemantauan status gizi balita secara berkala oleh petugas kesehatan untuk mencegah terjadinya masalah gizi sejak dini.