Juviangelika, Destri Adinda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERIAN DIET PASCA BEDAH RENDAH LEMAK DAN RENDAH SERAT PADA PASIEN OP. LAPAROTOMY APPENDECTOMY DENGAN CHRONIC APPENDICITIS DAN SECONDARY PERITONITIS Juviangelika, Destri Adinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32240

Abstract

Apendisitis kronis merupakan kondisi peradangan pada apendiks vermiformis dengan gejala khas nyeri perut yang terjadi secara terus menerus. Penyakit ini paling sering menjadi kedaruratan bedah umum. Laparotomi apendektomi menjadi tindakan bedah yang umumnya segera dilakukan untuk penanganan apendisitis kronis, sering kali disertai dengan peritonitis sekunder. Manajemen diet pasca bedah berperan penting dalam pemulihan dan pencegahan komplikasi lebih lanjut yang dapat memengaruhi morbiditas dan mortalitas. Prinsip diet rendah lemak dan rendah serat pada pasien pasca bedah abdomen diberikan untuk mengurangi beban kerja pencernaan dan mendukung proses penyembuhan. Protein diberikan tinggi untuk mobilitas serta pemulihan luka dan kondisi pasien secara keseluruhan. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran efektivitas asuhan gizi klinis pada pasien pasca bedah laparatomi apendektomi dengan diagnosis apendisitis kronis dan peritonitis sekunder. Penelitian ini adalah studi kasus metode observasional analitik yang dilakukan pada satu pasien rawat inap Rumah Sakit X di Kota Surabaya. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan observasi dengan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu 24 h food recall, SQ-FFQ, food weighing, data rekam medis pasien (biokimia, dan fisik klinis), serta pengukuran antropometri. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terkait intervensi terhadap pasien selama 3 hari, didapati hasil bahwa asupan zat gizi pasien meningkat secara bertahap hingga mencapai target yang ditetapkan untuk mencukupi kebutuhan hariannya sesuai dengan prinsip diet pasca bedah. Kondisi fisik klinis pasien turut membaik secara keseluruhan sehingga pemberian zat gizi lebih lanjut perlu diberikan sesuai jenis dan kebutuhan untuk optimalisasi pengelolaan kondisi pasien.