Antibiotik adalah senyawa yang penting dalam mengatasi infeksi bakteri, namun penggunaannya yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Pengetahuan siswa tentang antibiotik di SMAN 2 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah cenderung kurang memadai, yang dapat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman orang tua dan minimnya edukasi dari tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik di kalangan siswa untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional, yakni dalam pengumpulan data, penelitian menggunakan metode kuantitatif dimana penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifisme. Hasil kategori tingkat pengetahuan responden yang didapatkan adalah kategori cukup sebanyak 54 orang (43%), Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan dengan kategori cukup tentang antibiotik, hasil survei ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam pengetahuan responden tentang antibiotik. Hasil kategori penggunaan antibiotik oleh responden yang didapatkan adalah kategori kurang sebanyak 77 orang (61%), Hal ini menandakan bahwa ada kesempatan besar untuk meningkatkan pemahaman dan praktik penggunaan antibiotik di kalangan populasi yang disurvei tersebut. Hubungan pengetahuan siswa SMAN 2 Kuala Kapuas terhadap penggunaan antibiotik memiliki nilai signifikan 0.006, koefisien korelasi 0.400 dan arah korelasi positif, yang berarti terdapat korelasi yang signifikas antara kedua variabel yang dihubungkan, kekuatan korelasi yang didapatkan termasuk dalam kategori sedang dan korelasi searah.