Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri konveksi, seperti di PT Magnum Attack Kota Malang sangat penting untuk mencegah kelelahan kerja pada karyawan. Kelelahan kerja sering disebabkan oleh faktor fisik, seperti beban kerja yang tinggi, posisi tubuh yang tidak ergonomis, serta lingkungan kerja yang buruk, seperti suhu yang tidak nyaman, pencahayaan yang kurang, dan kebisingan. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan metode Analitik Observasional dan pendekatan study potong- silang (Cross-Sectional). Populasi karyawan PT Magnun Attack Kota Malang secara keseluruan berjumlah 38 orang dengan pembagian masing-masing bagian yaitu 16 orang di bagian menjahit, 13 orang di bagian produksi, dan 9 orang di bagian distribusi. uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel sikap kerja memiliki signifikansi sebesar 0,032< 0.05, yang berarti sikap kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel kualitas tidur memiliki angka signifikansi sebesar 0,038< 0.05, yang berarti kualitas tidur berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu pada pagi hari sebesar 24?, siang hari 30?, dan sore hari 28? semuanya memenuhi standar yang ditetapkan oleh Permenkes 70 tahun 2016, yaitu antara 18? hingga 30?. Dengan angka signifikansi sebesar 0,017< 0.05, dapat disimpulkan bahwa suhu yang sesuai berkontribusi pada pengurangan tingkat kelelahan kerja. Kelembaban di PT. Magnum Attack Kota Malang memiliki pengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kebisingan pada pagi hari mencapai 50,75 dB, siang hari 63,74 dB, dan sore hari 68,7 dB, semua masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh Permenkes 70 tahun 2016 (? 85 dB). Dengan angka signifikansi sebesar 0,037< 0.05.