Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA BAKU TERHADAP SELF-ESTEEM MAHASISWA PSIKOLOGI UPI Rahman, Syahnur; Antonietta, Johanna Rebecca; Handini, Meyta Nisa; Syarif, Dhafin Razaly
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v3i1.168

Abstract

Students are agents of social change who are required to demonstrate their important and fundamental role in real life in intellectual, moral and social terms. One factor so that students can carry out their functions well is self-esteem. Self-esteem in Maslow's view is what a person feels about his own worth. Good use of standard language can increase student self-esteem and influence student self-confidence, self-quality, productivity and achievement. Therefore, this research aims to study aims to determine the effect of using standard language on students' self-esteem. Students need sufficient self-esteem to carry out their roles and functions as students properly, one of the competencies is communication skills in the form of using good and correct standard language. The research used a quantitative method done by distributing closed questionnaires to 45 random participants, and analyzed with descriptive statistic. The results of this study found that there was a positive effect from the use of standard language on the self-esteem of psychology student from Indonesia University of Education, which was marked by increased self- quality, self-confidence, productivity, and student achievement.
Membongkar Budaya Patriarki: Rekonstruksi Pemahaman Peran Gender Berdasarkan Perspektif Islam dan Psikologi Kartini, Kartini; Qalbyna, Galih Khalisa; Handini, Meyta Nisa; Kamilah, Safina; Anwar, Saepul
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahpahaman dalam menginterpretasikan konsep kepemimpinan (qawamah) laki-laki dalam Islam seringkali melanggengkan budaya patriarki yang mengakibatkan ketidakadilan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tentang budaya patriarki dari perspektif Islam dan psikologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan metode campuran (mixed methods) yang mengkomparasi pandangan tiga kelompok kunci di Jawa Barat: tokoh agama (MUI dan NU), akademisi (dosen psikologi), dan mahasiswa (n=101). Data kuantitatif dari kuesioner mahasiswa dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif dari wawancara tokoh agama dan akademisi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi signifikan: meskipun 83,2% mahasiswa merasa patriarki masih mendominasi masyarakat Muslim, temuan kualitatif dari MUI dan NU menegaskan bahwa budaya patriarki yang menindas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan merupakan hasil dari kekeliruan tafsir. Dosen psikologi menggarisbawahi bahwa pemahaman kaku akan peran gender berdampak langsung pada diferensiasi peran sosial. Implikasi praktis dari temuan ini adalah urgensi re-edukasi di lembaga pendidikan dan keagamaan mengenai interpretasi konsep Islam yang lebih adil dan setara, serta merekomendasikan pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang sensitif gender untuk membongkar miskonsepsi patriarki.