Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga merupakan pelabuhan utama karena menyumbangkan produksi perikanan paling besar di Aceh Barat Daya. Berdasarkan survey awal di lokasi penelitian diperoleh informasi bahwa yang menggunakan alat tangkap jaring insang di PPI Ujung Serangga adalah nelayan kecil dengan jumlah kapal 50 unit yang menggunakan alat tangkap jaring insang. Jaring Insang di PPI Ujung Serangga memiliki keterbatasan teknologi penangkapan, seperti tidak memiliki GPS untuk mendeteksi keberadaan ikan dan citra satelit lainnya. Sehingga para nelayan jaring insang di PPI Ujung Serangga hanya menggunakan insting untuk menebak keberadaan ikan yang akan mereka tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan serta ukuran layak tangkap nelayan jaring insang di PPI Ujung Serangga, kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Pengambilan data untuk hasil tangkapan dengan mengambil sampel yaitu jumlah kapal. Jumlah kapal pada penelitian ini adalahsebanyak 12 unit kapal. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menentukan komposisi hasil tangkapan berupa identifikasi ikan serta menentukan ukuran hasil tangkapan berupa ukuran selang panjang dari semua jenis ikan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 13 jenis ikan dengan jumlah keseluruhan 123.591 kg. serta komposisi tangkapan sebesar 42% layak tangkap dan 58% tidak layak tangkap. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil tangkapan jaring insang memiliki berbagai jenis ikan dengan ukuran selang panjang ikan yang berbeda- beda dan memiliki persentase komposisi tangkapan ikan tidak layak tangkap lebih tinggi daripada ikan yang layak tangkap.Kata Kunci: Jaring Insang, Analisis, Hasil Tangkapan, Aceh Barat Daya