Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Ornamen Bangunan Heritage pada Bangunan SMA Ibu Kartini Semarang Rohman Eko Santoso
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i2.871

Abstract

Situs Kota Lama Semarang tampak semakin menawan seiring dengan rampungnya upaya revitalisasi sarana – prasarana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan bangunan cagar budaya milik Pemerintah, BUMN, Pemerintah Kota Semarang serta masyarakat. Dan sekarang ini banyak ornamen tambahan yang kian memperindah lokasi berjuluk “The Little Netherland” tersebut. Situs Kota Lama Semarang sebagai bagian dari Semarang Lama memiliki ciri khas dipenuhi ratusan bangunan bergaya Eropa yang sudah beradaptasi dengan iklim tropis Semarang. Sehingga tampilannya juga berbeda dengan bangunan yang ada di Eropa. Situs Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, tampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya. Situs Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 171 bangunan cagar budaya yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti tangga, ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik dan adanya ruang bawah tanah. Situs Kota Lama adalah sebuah sekelompok bangunan yang mempunyai bagian-bagian penting dimana sekelompok bangunan ini untuk menampung kegiatan manusia berdasarkan kebutuhan-kebutuhannya masing-masing. Pada setiap bangunan di Situs Kota Lama ini merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki keanekaragaman yang berbeda-beda yang menunjukkan identitas dari Situs Kota Lama. Salah satu dari keanekaragaman adalah berupa unsur elemen bangunan, yaitu salah satunya adalah elemen bangunan berupa ornamen tangga bangunan. Dimana ornamen tangga bangunan merupakan salah satu pembentuk karakter bangunan harus dipertahankan agar tetap sama dikarenakan karakter masa lalu selalu menjadi kenangan bagi generasi sekarang dan seterusnya
Identification of Supporting Architectural Ornaments of the Old City Semarang Site Rohman Eko Santoso
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 2 (2025): June: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i2.3835

Abstract

The Old City of Semarang is an important part of the Semarang Old Town area, which is also designated as a Cultural Heritage Site. This area features distinctive European architecture that has adapted to the tropical climate of Semarang. This uniqueness gives the Old City buildings different characteristics and styles, depending on the period or year of construction. This study aims to explore and preserve the historical character of the Old City area by preserving supporting architectural elements, such as staircase ornaments and floor patterns. The research method uses descriptive qualitative analysis, by depicting the conditions in the field based on data obtained from observation and research. Overall, the results of this study show that the architectural elements of the supporting buildings in the Old City of Semarang reflect specific styles from different periods. In the 18th century, buildings in this area used the Rococo style. In the late 18th and early 19th centuries, Neo-Classical style was adopted. The early 19th and early 20th centuries saw the use of Neo-Renaissance style, while in the 20th century, the buildings in this area showed influences of modern architecture.