This Author published in this journals
All Journal Jurnal Triton
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Whey sebagai Feed Additive pada Broiler Kamelia Oktafiyanti; Cintya Dienardila Anisa; Ulya Rafa Zul’adhar; Yasri Rahmawati
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.399

Abstract

Penggunaan antibiotik sebagai tambahan pakan akan meninggalkan residu pada tubuh ternak. Hal ini apabila dikonsumsi akan mengakibatkan resistensi antimikroba. Hal ini, akan mengurangi kemampuan antibodi dalam melawan serangan mikroba patogen yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya dibutuhkan alternatif alami sebagai pengganti antibiotik dalam upaya peningkatan produktivitas unggas terkhususnya broiler. Whey merupakan hasil samping dari olahan susu yang masih mengandung 50% nutrisi alami dari susu. Oleh karena itu, whey dapat dimanfaatkan sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas whey sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel penggunaan whey sebagai probiotik dalam pakan broiler. Pemanfaatan whey sebagai substitusi antibiotik dapat meningkatkan performa produksi broiler karena secara nyata mampu meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, pertambahan bobot badan, kualitas protein daging tanpa residu, dan menurunkan konversi pakan. Whey menghasilkan asam organik berupa asam laktat yang merupakan hasil metabolisme Bakteri Asam Laktat (BAL). BAL yang terdapat dalam whey dapat berasal dari Lactobacillus sp., Lactococcus lactis sp., Streptococcus thermophilus dan lain lain. Mekanisme kerja whey sebagai feed additive layaknya probiotik dengan cara menekan pertumbuhan mikroba patogen dalam usus dan bukan membunuh mikroba seperti antibiotik. BAL dalam whey menghasilkan enzim-enzim pencernaan seperti lipase, amilase dan protease sehingga proses metabolisme lebih optimal. Hal ini akan mengoptimalkan kekebalan unggas sehingga performa produksi menjadi meningkat.