Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Tafsir Bil Ma'tsur dan Tafsir Bil Ra'yi serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran Anwar, Safirah Farahiyah
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/dwanq519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an, serta dilema yang muncul dari penggunaannya, serta memberikan pemahaman bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan metode yang sesuai dengan syariat dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, serta referensi terkait yang dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bil ma’tsur yang menggunakan sumber dari Al-Qur’an, hadis, dan pendapat sahabat memiliki keunggulan dalam menjaga autentisitas penafsiran, meskipun rentan terhadap riwayat lemah dan kisah Israiliyat. Tafsir bil ra’yi, yang mengandalkan akal dan ijtihad, memberikan fleksibilitas penafsiran sesuai perkembangan zaman, tetapi berpotensi menyimpang jika tidak didasarkan pada kaidah yang benar. Penafsiran ini terbagi menjadi tafsir mahmudah (terpuji) dan madzmumah (tercela). Berdasarkan peran tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam kehidupan umat muslim, terdapat juga kelemahan-kelemahan baik tafsir bil ma’tsur maupun tafsir bil ra’yi sehingga menjadi dilematik umat muslim sendiri dalam menggunakan tafsir tersebut dan beberapa ulama menolak bentuk tafsir bil ra’yi. Meski demikian, adanya tafsir bil ra’yi juga tidak dapat dipungkiri, sebagaimana tafsir bil ra’yi sudah ada sejak zaman nabi Muhammad. Kesimpulannya, kedua bentuk tafsir tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan yang saling melengkapi. Umat Islam perlu memahami syarat-syarat penafsiran yang benar untuk menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an. Pemahaman yang seimbang antara tafsir bil ma’tsur dan bil ra’yi akan memastikan bahwa penafsiran tetap relevan sekaligus autentik.