Openness and tolerance in religion are fundamental pillars in maintaining harmony and peace in a multicultural society. Social solidarity also plays an important role in strengthening relationships between individuals and groups, creating an inclusive and compassionate environment. Religious moderation, with a balanced attitude between personal beliefs and respect for the beliefs of others, is key to preventing intolerance and radicalism. By integrating the values of tolerance, solidarity and religious moderation in daily life, people can build a solid foundation for harmony, mutual respect and effective cooperation. Tolerance is the foundation for building harmonious and respectful relationships between religious communities. Solidarity, on the other hand, underscores the importance of mutual cooperation and social care amidst differences in beliefs. Meanwhile, religious moderation aims to encourage views, attitudes, and behaviors that are balanced and not extreme in carrying out religious teachings. Abstrak Keterbukaan dan toleransi dalam beragama merupakan pilar fundamental dalam menjaga harmoni dan kedamaian dalam masyarakat yang multikultural. Solidaritas sosial juga memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarindividu dan kelompok, menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh kasih. Moderasi beragama, dengan sikap seimbang antara keyakinan pribadi dan penghargaan terhadap keyakinan orang lain, adalah kunci untuk mencegah intoleransi dan radikalisme. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat membangun fondasi yang kokoh untuk kerukunan, saling menghargai, dan bekerja sama secara efektif. Toleransi merupakan landasan dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati antar umat beragama. Solidaritas, di sisi lain, menggarisbawahi pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah perbedaan keyakinan. Sedangkan moderasi beragama berupaya mengedepankan pendekatan seimbang serta sikap maupun perilaku moderat dalam mengamalkan ajaran agama.