Adisca Fitra Handayani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Literasi Digital Dalam Pendidikan Moderasi Beragama Untuk Menanggulangi Hoaks Berbasis Agama Putri Aulia Selviani; Isna Abidah; Adisca Fitra Handayani
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to combat religion-based hoaxes, digital literacy is essential to religious moderation education. In the current digital era, hoaxes, particularly those pertaining to religious matters, are frequently disseminated quickly and easily through social media. Those with strong digital literacy are able to recognise fake news, evaluate the reliability of sources, and comprehend the context of the content they are exposed to. This study investigates the function of digital literacy in the framework of religious moderation education using qualitative methodologies and literature reviews. Analysis of pertinent literature, including books, journals, papers, and reliable internet sources, was used to gather data. The findings of the study demonstrate that digital literacy may improve one's critical awareness of information that is in circulation and fortify one's capacity to discern reality from fiction. Furthermore, in the framework of religious moderation, digital literacy instruction may promote attitudes of respect for variety, tolerance, and positive interfaith communication. Enhancing digital literacy can help society create a more inclusive and peaceful community while also curbing the spread of hoaxes based on religion. Thus, including digital literacy into the teaching of religious moderation is a calculated move towards building a society that is more critical, tolerant, and informed. Abstrak Untuk memerangi hoax berbasis agama, literasi digital sangat penting dalam pendidikan moderasi beragama. Di era digital saat ini, hoaks, khususnya yang berkaitan dengan agama, sering kali menyebar dengan cepat dan mudah melalui media sosial. Mereka yang memiliki literasi digital yang kuat mampu mengenali berita palsu, mengevaluasi keandalan sumber, dan memahami konteks konten yang mereka lihat. Penelitian ini menyelidiki fungsi literasi digital dalam kerangka pendidikan moderasi beragama dengan menggunakan metodologi kualitatif dan tinjauan literatur. Analisis literatur terkait, termasuk buku, jurnal, makalah, dan sumber internet terpercaya, digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital dapat meningkatkan kesadaran kritis seseorang terhadap informasi yang beredar dan memperkuat kapasitas seseorang untuk membedakan realitas dan fiksi. Lebih lanjut, dalam rangka moderasi beragama, pembelajaran literasi digital dapat mendorong sikap menghargai keberagaman, toleransi, dan komunikasi positif antaragama. Meningkatkan literasi digital dapat membantu masyarakat menciptakan komunitas yang lebih inklusif dan damai sekaligus membatasi penyebaran hoaks yang berbasis agama. Oleh karena itu, memasukkan literasi digital ke dalam pengajaran moderasi beragama merupakan langkah yang diperhitungkan untuk membangun masyarakat yang lebih kritis, toleran, dan terinformasi.