Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menggali Nilai-Nilai Etika Komunikasi di Media Sosial dari Surah Taha Ayat 41-46 Ach Rifai
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Islamic Studies
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Surah Taha ayat 41-46, terdapat panduan yang berharga untuk memahami dan menerapkan etika komunikasi dalam konteks media sosial. Ayat-ayat ini mengajarkan beberapa prinsip penting yang dapat membimbing kita dalam berinteraksi di dunia maya dengan cara yang bermartabat dan bermanfaat. Tujun dari penelitian ini tidak lain, hanyalah ingin menggali pada nilai-nilai etika komunikasi di media sosial dari surah Taha Ayat 41-46. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat literatur, yang dikenal sebagai library research. Data yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan rujukan utama yang menjadi fokus penelitian. Dalam hal ini, adalah al-Qur’an menjadi sumber data primer, baik dalam bentuk aslinya maupun dalam terjemahannya. Sedangkan data sekunder ini mencakup berbagai sumber seperti buku-buku, jurnal ilmiah, dokumen, serta sumber-sumber dari internet.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa nilai-Nilai Etika Komunikasi di Media Sosial dari Surah Taha Ayat 41-46, terdapat enam hal. Pertamam pemilihan komunikator yang tepat. Kedua memanfaatkan keunggulan diri perintah Allah untuk menggunakan tanda-tanda-Nya mengajarkan kita untuk memanfaatkan keunggulan dan sumber daya yang kita miliki dalam komunikasi, Ketiga konsistensi dan integritas, Keempat pendekatan yang tepat sasaran. Kelima kelembutan dan kesantunan. Keenam menghadapi tantangan dengan ketenangan. Abstract In Surah Taha verses 41-46, there is a valuable guide to understanding and applying communication ethics in the context of social media. These verses teach several important principles that can guide us in interacting in cyberspace in a dignified and beneficial way. The purpose of this study is none other than to explore the values ​​of communication ethics in social media from Surah Taha Verses 41-46. This study uses a literature research method, known as library research. The data used can be divided into two types, namely primary data and secondary data. Primary data is the main reference that is the focus of the study. In this case, the Qur'an is the source of primary data, both in its original form and in its translation. While this secondary data includes various sources such as books, scientific journals, documents, and sources from the internet. The results of this study indicate that the values ​​of Communication Ethics in Social Media from Surah Taha Verses 41-46, there are six things. First, choosing the right communicator. Second, utilizing one's own superiority, Allah's command to use His signs teaches us to utilize the superiority and resources we have in communication, Third, consistency and integrity, Fourth, a targeted approach. Fifth, gentleness and politeness. Sixth, facing challenges with calm.
Komunikasi sebagai Sarana Membangun Kepercayaan Masyarakat Ach Rifai
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vqw65391

Abstract

Communication is a crucial aspect of social life, playing a significant role in building harmonious relationships and fostering public trust. This study aims to analyze the role of communication as a means of building public trust in social life, organizations, and government. The research method used was a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that effective, open, honest, and responsible communication can increase public trust in individuals, organizations, and the government. Good communication also contributes to creating harmonious social relations, strengthening social solidarity, increasing public participation, and building a positive image of an institution. Furthermore, professional and humane communication can minimize social conflict and foster social stability in society. In the digital era, communication also faces challenges in the form of the spread of hoaxes and disinformation, which can impact public trust. Therefore, ethical, transparent, and public-interest-oriented communication is necessary to maintain public trust. Thus, communication plays a strategic role as a means of building public trust and creating a harmonious, peaceful, and cooperative social life. Abstrak Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial yang memiliki peranan besar dalam membangun hubungan harmonis dan menciptakan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat dalam kehidupan sosial, organisasi, maupun pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, terbuka, jujur, dan bertanggung jawab mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap individu, organisasi, maupun pemerintah. Komunikasi yang baik juga berkontribusi dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis, memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun citra positif suatu lembaga. Selain itu, komunikasi yang dilakukan secara profesional dan humanis dapat meminimalkan konflik sosial serta menciptakan stabilitas sosial dalam kehidupan masyarakat. Di era digital, komunikasi juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang etis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik agar kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga. Dengan demikian, komunikasi memiliki peranan strategis sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh kerja sama.