Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet Di Kabupaten Sarolangun Sabyan, Sabyan; Wiarta, Iqra
Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal DInamika Manajemen
Publisher : Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jdm.v12i2.33714

Abstract

Agriculture in Indonesia has an important role in development, including in Jambi Province, where most of the population lives in rural areas and depends on the agricultural sector. However, there is still a problem of economic inequality between rural and urban areas, especially related to income. This study was conducted in Sarolangun Regency to examine economic growth and per capita income. The data shows an increase in per capita income from 2005 to 2006. The plantation sector, especially rubber, has an important role in the economy of Sarolangun District. The research method used was a survey with primary and secondary data collection. The sample consisted of 40 rubber farmers. The analysis included farmers' socioeconomic characteristics, such as age, education, number of family members, and farming experience. The results showed that the majority of farmers were of productive age, with a low level of education. The number of family members affects income levels, and farming experience also plays an important role. Constraints faced by farmers include traditional land management and weather impacts. Farming costs, especially labor costs, affect income. Net income per hectare of rubber land varies depending on productivity and prices. Efforts are needed to increase productivity and overcome constraints faced by farmers to improve their welfare
Edukasi dan sosialisasi produk keuangan syariah santri pondok pesantren Al-Fatah Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Trimulato, Trimulato; Ismawati, Ismawati; Supriadi, Supriadi; Mustamin, Asyraf; Sabyan, Sabyan
Community Transformation Review Vol. 2 No. 2 (2026): Volume 2, Number 2, 2026
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahaman generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan syariah menunjukkan pentingnya edukasi keuangan syariah sejak berada di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri mengenai prinsip, akad, jenis, dan karakteristik produk keuangan syariah. Santri mampu membedakan antara produk keuangan syariah dengan produk keuangan konvensional. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fatah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dengan sasaran utama para santri. Metode pelaksanaan menggunakan edukasi dan sosialisasi melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar keuangan syariah, larangan riba, gharar, dan maysir, pengenalan akad syariah, produk penghimpunan dana, produk pembiayaan, serta layanan keuangan syariah. Bahaya transaksi judi online dan pengaruh game online. Penyampaian materi dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada santri untuk menghubungkan konsep muamalah dengan praktik keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan tidak diukur melalui tes secara khusus, melainkan melalui diskusi secara langsung dan antusias dalam merespon materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman kepada santri mengenai prinsip, akad, dan ragam produk keuangan syariah. Kegiatan juga menunjukkan bahwa pesantren memiliki posisi strategis sebagai lingkungan pendidikan untuk memperkuat literasi keuangan syariah bagi generasi muda. Kegiatan edukasi keuangan syariah di lingkungan pesantren perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan lembaga keuangan syariah untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.