Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HARMONI DI PASURUAN: TITIK TEMU ULAMA SYIAH DENGAN ULAMA PESANTREN Makhfud Syawaludin
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v7i1.4979

Abstract

The potential for conflict and harmony in Pasuruan have the same opportunity to develop, it's just a matter of caring for and developing the potential for harmony or allowing conflict to occur. The research method used during research in Pasuruan Regency used a qualitative method with a phenomenological approach. The methods for collecting data are unstructured and open interviews, moderate participant observation, and documentation. Next, data analysis and interpretation were carried out according to Miles and Huberman (1984) using the following steps: a). Data reduction, b). Display data, and c). Conclusion drawing/verification. There are four meeting points between Shia Ulama and Islamic Boarding School Ulama in Pasuruan. First. Viewing and solidarity in various Islamic teachings and organizations. Second. Rejecting the misdirection of various Islamic teachings and organizations. Third. Seeing similarities with Sunni-Shia dialogue. Fourth. Support the Republic of Indonesia and be open in choosing the country's leader.
Kontekstualisasi Pendidikan Agama Islam melalui Nilai Aswaja An-Nahdliyah pada Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Makhfud Syawaludin; Pinctada Putri Pamungkas; Mohd Syaubari bin Othman
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1246

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian memaknai dan menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, yaitu tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh, dalam menghadapi tantangan industri pangan halal, transformasi digital, dan keberagaman masyarakat Indonesia. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan strategi studi dokumentasi terhadap tiga jawaban esai mahasiswa pada mata kuliah Aswaja, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan: Diperoleh empat tema utama, yaitu (1) Aswaja sebagai landasan etika profesional yang tercermin dalam kejujuran ilmiah dan tanggung jawab keamanan pangan; (2) internalisasi nilai Aswaja dalam menghadapi industri halal dan era digital yang menumbuhkan sikap kritis-adaptif terhadap teknologi; (3) Aswaja sebagai fondasi moderasi beragama dalam kehidupan multikultural; dan (4) implikasinya bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual. Implikasi: Temuan ini relevan bagi pengembangan metode pembelajaran Aswaja berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik pada pendidikan tinggi vokasi maupun pendidikan menengah kejuruan. Orisinalitas: Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian internalisasi Aswaja yang selama ini didominasi konteks pesantren dan organisasi kemahasiswaan, dengan menelusurinya pada mahasiswa bidang sains terapan.