Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGI KUASA DOA (Suatu Studi Ekspositori Doa Bapa Kami) Sinaga, Mangiring
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdoa adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kristiani. Berdoa disebutkan sebagai nafas rohani orang percaya. Hal ini memang sangat relevan karena berdoa merupakan aktifitas paling dapat diamati dalam dinamika kekristenan. Alkitab memberikan informasi bahwa Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya berdoa dan ini merupakan indikasi yang kuat bahwa berdoa adalah suatu hal yang sangat penting. Namun demikian, berdoa ternyata menyisakan beberapa hal dilematis dalam prakteknya. Yesus Kristus mengajak murid-muridnya untuk berdoa bersama-Nya untuk paling tidak 1 (satu) jam. Ajakan ini menjadi polemik karena Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 (satu) menit? Benarkah demikian? Pemaparan dan study mendalam menyatakan bahwa berdoa dengan Doa Bapa Kamiternyata relevan dengan ajakan Yesus untuk berdoa minimal 1 (satu) jam. Itu karena Doa Bapa Kami ternyata adalah intisari doa namun itu perlu dikembangkan oleh para pendoauntuk mengalami kuasanya.
KAJIAN TEOLOGI BERKAT DALAM PERSPEKTIF ALKITABIAH Sinaga, Mangiring
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkat merupakan kata yang utuh. Itu menyangkut hal-hal yang tidak tersentuh (rohani) dan juga menyangkut material (jasmaniah). Berkat itu bersumber dari yang lebih tinggi, dalam hal ini Tuhan. Namun demikian, manusia sebagai mahluk fana juga dapat menjadi alat berkat. Harus ditekankan, manusia sejatinya adalah sasaran berkat Allah dan kemudian dapat menjadi alat berkat-Nya. Penekanan yang tidak seimbang terhadap berkat secara material telah mendegradasi keutuhan makna berkat. Tetapi, mengkhususkan berkat pada hal yang melulu bersifat rohani juga adalah kekeliruan yang serius. Allah memanggil para imam untuk menjadi penyalur berkat sehingga keluarga umat manusia hidup dalam kelimpahan di bumi yang diciptakan dan diberkati-Nya. Kelimpahan yang utuh ketika rohani dan jasmaninya mengalami berkat Allah.