Manajemen perawatan diri berhubungan erat dengan perilaku penderita, dimana kegagalan dalam melakukan perawatan diri akan berdampak terhadap terjadinya komplikasi yang mematikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara self efficacydengan self care management pada pasien hipertensi di Dusun Asemmnanis Desa Buddagan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Design penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan metode survei cross-sectional. Populasi sejumlah 52 dan sampel sejumlah 34 yang diambil dengan tehknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah responden mempunyai self efficacy yang tinggi dan setengahnya mempunyai self efficacy yang rendah sebanyak 17 responden (50%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank hubungan self efficacy dengan self care management pada penderita hipertensi diperoleh nilai sebesar 0,610 dengan tingkat signifikansi (?-value) sebesar 0,000.Artinya hubungan antara self efficacy dengan self care managementpada penderita hipertensi di Dusun Asemmanis Desa Buddagan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Seseorang dengan self efficacy yang tinggi akan menganggap bahwa dirinya mampu menggunakan kemampuan untuk mencapai suatu hasil yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Begitu pula sebaliknya, apabila seseorang dengan self efficacy yang rendah akan menganggap bahwa kemampuan yang dimiliki belum tentu dapat membuat dia mampu untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Keyword: Self Efficacy, Self Care dan Penderita Hipertensi