Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender -, Jusnawati
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 ( Des 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.152

Abstract

Pemberdayaan perempuan sangat penting karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup keluarga, baik berkenaan dengan pembinaan moral anak, maupun pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga sebagai salah satu pilar utama berlangsungnya kehidupan keluarga. Salah satu kebijakan pemerintah yang mendorong pemberdayaan perempuan dan pelibatan perempuan dalam pembangunan termaktub melalui implementasi pengarusutamaan gender yang diharapkan dapat menyentuh berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi pengarusutamaan gender yang terdapat diberbagai daerah. Pendekatan literature review digunakan sebagai metode dalam penulisan artikel ini. Sumber data diperoleh melalui data sekunder, yang mana peneliti menggunakan 10 artikel yang didapatkan dari database google scholar dan telah diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarusutamaan gender sebagai suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender diimplementasikan melalui beberapa aspek berikut; 1) Dukungan Politik, 2) Kebijakan pemerintah daerah, 3) kelembagaan, 4) Sumberdaya manusia dan anggaran, 5) Sistematisasi sistem informasi dan data terpilah, 6) Tool dan alat analisis, 7) Partisipasi masyarakat. Beberapa aspek ini masih mengalami beberapa kendala yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan tentunya kerjasama dari masyarakat.
Dampak Banjir Bandang Terhadap Masyarakat Kabupaten Luwu Utara dan Penanganannya -, Jusnawati
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 ( Des 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.153

Abstract

Bencana banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara pada tahun 2020 telah memberikan dampak signifikan yang mengakibatkankan perubahan kehidupan para warga korban bencana. Hadirnya perubahan tersebut menjadi fokus analisis artikel ini dengan menguraikan dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir bandang serta upaya kolaboratif dalam penanganan bencana tersebut. Adapun metode penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan merujuk pada teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan peristiwa bencana banjir di Kabupaten Luwu dan secara umum terkait dampak dan penanganan bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan berupa; 1) Perubahan demografi dan lingkungan. Perubahan demografi ditunjukkan dengan adanya masyarakat yang kehilangan anggota keluarga sedangkan kerusakan lingkungan berupa kerusakan lahan pertanian warga, kerusakan fasilitas umum seperti jalanan, pasar tradisional, kantor pemerintahan, sekolah, hingga pada kerusakan puskesmas. 2) Perubahan pendapatan dan tempat tinggal. 3) Perubahan hubungan sosial dan perilaku masyarakat. Perubahan ini nampak pada dinamika sosial yang terjadi dalam masyarakat korban bencana. Perubahan tersebut dapat mengarah pada perubahan positif dan negatif. Perubahan positif ditunjukkan dengan meningkatnya solidaritas baik antar korban bencana maupun antara masyarakat lain yang tidak terdampak, dengan memberikan bantuan baik dalam bentuk materi, penyediaan tempat penampungan, maupun dukungan emosional. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya kewaspadaan warga terhadap risiko bencana di masa depan dan mulai mengubah perilaku mereka dalam hal kesiapsiagaan. Sedangkan dampak negatif bencana adalah tentunya kerugian secara materi, ketegangan dalam hubungan sosial sebagai akibat situasi krisis, isolasi sosial karena trauma mendalam yang berdampak pada psikologis korban bencana, penuruanan kualitas kebersihan dan kesehatan disebabkan ketidaknyamanan tempat tinggal darurat, dan perilaku apatis karena kecemasan atas ketidakpastian masa depan, Adapun penanganan bencana di Luwu melibatkan pemerintah, LSM, dan media. Penanganan tersebut berupa bantuan secara materil dan dukungan non materil agar masyarakat dapat pulih dan bangkit kembali.