Beton adalah struktur yang terbentuk dari campuran berbagai material seperti semen, air, agregat halus, dan agregat kasar. Kualitas agregat halus sangat penting dalam menentukan mutu beton, karena agregat halus mengisi sebagian besar volume beton. Setiap jenis agregat halus memiliki karakteristik yang berbeda, yang mempengaruhi kekuatan beton. Salah satu material yang digunakan dalam pembuatan beton adalah pasir sungai. Pada penelitian pasir sungai Kariako dan pasir sungai Ollon Tana Toraja digunakan sebagai pengganti agregat halus pada pembuatan beton. Dari analisis hasil pengujian benda uji, kedua variasi campuran memenuhi standar kuat tekan yang direncanakan. Variasi campuran menggunakan pasir sungai sungai Kariako didapat kuat tekan dengan rata-rata 18,21 MPa untuk umur 14 hari, dan 25,10 MPa untuk umur 28 hari. Kemudian penggunaan pasir sungai Ollon didapatkan kuat tekan beton 18,68 Mpa pada umur 14 hari , 25,76 Mpa pada umur 28 hari.