This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011201262, ANISA OKTAVIA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN UPACARA ADAT BESAMSAM MASYARAKAT DAYAK SALAKO DI DESA BUKIT SEGOLER KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS NIM. A1011201262, ANISA OKTAVIA
Jurnal Fatwa Hukum Vol 7, No 3 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  The Besamsam traditional ceremony is a traditional ceremony carried out by closing the village with the main aim of preventing reinforcements or anything that is considered evil from entering the village.   The Besamsam traditional ceremony is a hereditary tradition passed down from generation to generation, carried out as a form of request to Jubata (God) and the spirits of the ancestors to protect their area.   This research reveals a shift in the implementation of the Besamsam Traditional Ceremony in Bukit Segoler Village, Tebas District, Sambas Regency.   This shift is influenced by changing factors over time.   One of the shifts in the implementation of traditional besamsam ceremonies is that traditional besamsam ceremonies are no longer held once a year, and traditional sanctions equipment can be replaced with money.   The formulation of the problem in this research is "Is the Besamsam Traditional Ceremony of the Salako Dayak Community in Bukit Segoler Village, Tebas District, Sambas Regency Carried Out According to Original Customs?".   So the aim of carrying out this research is to obtain information and data about the description of the Besamsam traditional ceremony.   The method used is an empirical research method with a descriptive approach, namely by describing and analyzing the data when this research was carried out.   The form of research uses library research (Library Research) and field research (Field research) by conducting interviews and distributing questionnaires to respondents.   The traditional Besamsam ceremony is still being held in Bukit Segoler Village, Tebas District, Sambas Regency.   However, there has been a shift in its implementation, namely that implementation is no longer once a year or annually, and traditional sanctions equipment is valued in money.   The factor that caused this shift was the changing times.   The legal consequences for people who violate the rules in carrying out traditional besamsam ceremonies will receive customary sanctions in the form of returning the Besamsam materials.   And the efforts made by the traditional leader are to provide understanding to the entire Bukit Segoler Village community regarding the meaning and values in the Besamsam traditional ceremony, especially to the younger generation as successors to maintain traditional traditions.  Keywords: Ceremony, Custom, Besamsam, Dayak, Salako    ABSTRAK  Upacara adat Besamsam adalah sebuah upacara adat dilakukan dengan menutup kampung dengan tujuan utama untuk menolak bala atau segala sesuatu yang dianggap jahat agar tidak masuk ke dalam kampung. Upacara adat Besamsam adalah tradisi turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi, dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Jubata (Tuhan)   dan roh-roh nenek moyang untuk  melindungi daerah mereka. Penelitian ini mengungkapkan adanya pergeseran dalam pelaksanaan Upacara Adat Besamsam di Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh faktor perubahan zaman. Salah satu pergeseran dalam pelaksanaan upacara adat besamsam adalah upacara adat besamsam tidak lagi dilaksanakan   satu tahun sekali, dan perlengkapan sanksi adat   dapat diganti dengan uang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu " Apakah Upacara Adat Besamsam Masyarakat Dayak Salako   Di Desa Bukit Segoler Kecamatan   Tebas Kabupaten Sambas Dilaksanakan Sesuai Adat Aslinya?". Maka tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan data tentang gambaran upacara adat Besamsam. Metode yang digunakan adalah metode penelitian empiris dengan jenis pendekatan secara deskriptif, yaitu dengan menggambarkan dan menganalisis data saat penelitian ini dilakukan. Bentuk penelitian menggunakan penelitian kepustakaan (Library Reseachr) dan penelitian lapangan (Field research) dengan cara mengadakan wawancara dan menyebarka kuesioner kepada reponden. Upacara adat Besamsam   masih dilaksanakan   di Desa Bukit Segoler Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Akan tetapi, terdapat pergeseran dalam pelaksanaannya yaitu pada pelaksanaan yang sudah tidak lagi satu tahun sekali atau tahunan, dan perlengkapan sanki adat yang sudah dinilai dengan uang. Faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran ini adalah faktor perubahan zaman. Akibat hukum bagi masyarakat yang melanggar aturan dalam melaksanakan upacara adat besamsam akan mendapatkan sanksi adat berupa mengembalikan   bahan Besamsam. Dan   upaya yang dilakukan oleh ketua adat adalah dengan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Desa Bukit Segoler mengenai makna dan nilai-nilai dalam upacara adat   Besamsam terutama kepada generasi muda sebagai penerus untuk mempertahankan tradisi adat.    Kata Kunci :Upacara, Adat, Besamsam, Dayak, Salako