Abstract Research on "Legal Protection for the Community Due to the Increase in Street Vendor Activities on Public Road Facilities in Singkawang City", aims to find out and obtain data and information about the implementation of protection for the community due to the impact of the increase in the number of street vendors on road users in Singkawang City. To reveal the factors causing not yet implemented protection for the community due to the impact of the increase in the number of street vendors on the community using the roads in Singkawang City. To reveal the efforts that can be made by the community and the Government due to the impact of the increase in the number of street vendors on road users in Singkawang City. This research was carried out using an empirical legal method with a descriptive analysis approach, namely legal research which functions to be able to see the law in real terms by examining how the law works in a social environment, so the empirical legal research method can also be said to be sociological legal research. The research results indicate that the implementation of protection for the community from the impact of the increasing number of street vendors in Singkawang City has not been optimal. Many vendors still use the roadway, violating Regional Regulation Number 4 of 2013. The causes are the lack of legal awareness and compliance among the vendors, as well as economic factors. The government is advised to provide education, supply appropriate vending locations, and enforce sanctions against those who violate the rules. Keywords: Legal Protection; Community; Public Fasilities Abstrak Penelitian tentang "Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Atas Peningkatan Kegiatan Pedagang Kaki Lima Pada Fasilitas Umum Jalan Di Kota Singkawang", bertujuan Untuk mengetahui serta mendapatkan data dan informasi tentang pelaksanaan perlindungan terhadap masyarakat akibat dampak dari peningkatan jumlah pedagang kaki lima terhadap masyarakat pengguna jalan di Kota Singkawang. Untuk mengungkapkan faktor penyebab belum dilaksanakannya perlindungan terhadap masyarakat akibat dampak dari peningkatan jumlah pedagang kaki lima terhadap masyarakat pengguna jalan di Kota Singkawang. Untuk mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat serta Pemerintah akibat dampak dari peningkatan jumlah pedagang kaki lima terhadap masyarakat pengguna jalan di Kota Singkawang. Penelitian ini dilakukan dengan metode hukum empiris dengan pendekatan diskriptif analisis yaitu penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata secara meneliti bagaimana kerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat, maka metode penelitian hukum empiris juga dapat dikatakan sebagai penelitian hukum sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak peningkatan pedagang kaki lima di Kota Singkawang belum optimal. Banyak pedagang masih menggunakan badan jalan, melanggar Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran hukum dan kepatuhan para pedagang, serta faktor ekonomi. Pemerintah disarankan untuk memberikan penyuluhan, menyediakan tempat berjualan yang sesuai, dan menegakkan sanksi bagi yang melanggar aturan. Kata Kunci: Perlindungan Hukum; Masyarakat; Fasilitas Umum