This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011201194, RAIZA HAIRI SATRIA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS AKIBAT HUKUM DALAM PENARIKAN KENDARAAN MELALUI DEBT COLLECTOR TERHADAP DEBITUR WANPRESTASI NIM. A1011201194, RAIZA HAIRI SATRIA
Jurnal Fatwa Hukum Vol 7, No 1 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  The middle and lower middle class see the price of motorcycles as unaffordable if purchased with cash. The great need of the community is what encourages people's desire to own a private vehicle more quickly. That's when dealers see promising profit opportunities by selling motorcycle or car vehicles by selling them in installments or credit. This is what causes the rampant problem of arrears in vehicle installments and the occurrence of forced withdrawals by finance companies that employ debt collectors. The purpose of the author conducting this research is to provide understanding to the public regarding the consequences, protection, and legal basis for debtors who default and experience vehicle withdrawals by debt collectors. The result of this research is that the author can explain that debtors who experience forced vehicle withdrawals also have legal protection. Finance companies against debtors who default in paying off loan refunds provide warning letters. Finance companies usually use debt collector services in withdrawing vehicles because debtors do not pay off their debts for a long time.  The author compiled this thesis research using normative research methods (literature study research and using secondary data) which includes comparison, systematics, and legal history. This research focuses on positive legal norms, the types of approaches used by the author are statutory, conceptual, and case approaches. The data collection technique used by the author is by collecting secondary data including laws, books, official documents, and articles. The type of approach used is a qualitative approach in order to get a clear and concise conclusion related to the problem under study.  The results of the research obtained by the author of this study are the legal consequences obtained by the company if it makes a forced withdrawal on a defaulting debtor without bringing a registered fiduciary guarantee letter and a court decision, namely getting a warning letter 3 times, freezing business activities, and revoking a business license. Meanwhile, the legal protection that can be taken by debtors if they experience forced withdrawal is preventive protection (protection by the government to prevent violations) and repressive (final protection in the form of sanctions such as fines, imprisonment, and additional penalties given in the event of a dispute or violation).  Keyword: Debt Collector, Withdrawal, Legal Consequences, and Debtor Defaults  ABSTRAK  Masyarakat menengah dan menengah kebawah, melihat harga sepeda motor sulit dijangkau jika dibeli dengan uang tunai atau cash. Kebutuhan masyarakat yang besar itulah yang mendorong keinginan masyarakat untuk lebih cepat memiliki kendaraan pribadi. Pada saat itulah dealer melihat peluang keuntungan yang menjanjikan dengan penjualan kendaraan sepeda motor ataupun mobil dengan cara menjualnya dengan system mengangsur atau kredit. Hal inilah yang menyebabkan maraknya terjadi masalah penunggakan angsuran kendaraan serta terjadinya penarikan secara paksa oleh perusahaan pembiayaan yang mempekerjakan debt collector. Tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai akibat, perlindungan, dan dasar hukum terhadap debitur yang wanprestasi serta mengalami penarikan kendaraan oleh debt collector. Hasil dari penelitian ini yaitu penulis dapat menjelaskan bahwa debitur yang mengalami penarikan kendaraan secara paksa juga memiliki perlindungan hukum. Perusahaan pembiayaan terhadap debitur yang wanprestasi dalam melunasi pengembalian dana pinjaman memberikan surat peringatan. Perusahaan pembiayaan biasanya menggunakan jasa debt collector dalam penarikan kendaraan karena debitur tidak melunasi hutangnya dalam waktu yang lama.  Penulis menyusun penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif (penelitian studi kepustakaan dan menggunakan data sekunder) yang meliputi perbandingan, sistematika, serta sejarah hukum. Penelitian ini berfokus pada norma hukum positif, jenis pendekatan yang digunakan penulis yaitu pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu dengan mengumpulkan data sekunder meliputi undang-undang, buku, dokumen resmi, dan artikel. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif agar mendapat kesimpulan yang jelas dan padat terkait permasalahan yang diteliti.  Hasil penelitian yang didapat oleh penulis dari penelitian ini yaitu akibat hukum yang didapat oleh perusahaan jika melakukan penarikan paksa pada debitur wanprestasi tanpa membawa surat jaminan fidusia yang terdaftar serta putusan pengadilan yaitu mendapat surat peringatan sebanyak 3 kali, pembekuan kegiatan usaha, dan pencabutan izin usaha. Sedangkan perlindungan hukum yang dapat ditempuh oleh debitur jika mengalami penarikan paksa yaitu perlindungan preventif (perlindungan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya pelanggaran) dan represif (perlindungan akhir berupa sanksi seperti denda, penjara, dan hukuman tambahan yang diberikan jika terjadi sengketa atau pelanggaran).  Kata Kunci: Debt Collector, Penarikan, Akibat Hukum, dan Debitur Wanprestasi