This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1012201023, SAUSAN IZDIHAR
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) TERHADAP PENGGUNAAN SPAYLATER MENURUT PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NIM. A1012201023, SAUSAN IZDIHAR
Jurnal Fatwa Hukum Vol 7, No 2 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                       In the era of globalization, technology has become part of every community activity. Likewise, financial institutions are starting to make the transition to technology-based financial institutions. One of the advances in Fintech or Financial Technology is currently being widely adopted in the financial sector. Fintech is an innovation in the financial sector, of course this financial innovation has a touch of modern technology. Fintech is a collaboration between technological developments and financial products which aims to create more efficient financial products or create access for groups of people who do not have access to conventional finance. The method used in this research is a normative research method. The author uses the normative method, because in writing this thesis he uses library materials or secondary data, legal principles and legal theory as well as appropriate legislation and regulations related to the problems in this thesis. The purpose of this research is to determine the implementation of the Financial Services Authority's supervision of the use of SPayLater according to Financial Services Authority Regulation Number 77 of 2016 concerning Information Technology-Based Money Lending and Borrowing Services. Based on the results of the research and discussion, the following results were obtained: that in supervision, the OJK supervises P2P Lending actors through three methods, namely on-site supervision, off-site supervision, and market conduct supervision. However, in this thesis the author focuses more on regulations regarding the OJK.Keyword: Supervision, SPayLater, Financial Services Authority  AbstrakDalam perkembangan era globalisasi, teknologi menjadi bagian dari setiap aktivitas masyarakat. Demikian pula lembaga keuangan yang mulai melakukan transisi menuju Lembaga keuangan berbasis terknologi. Salah satu kemajuan Fintech atau Financial Technology saat ini banyak diadopsi di sektor keuangan. Fintech merupakan suatu inovasi pada sektor finansial, tentunya inovasi finansial ini mendapat sentuhan teknologi modern. Fintech merupakan kolaborasi perkembangan teknologi dengan produk keuangan yang bertujuan untuk mencipatakan produk keuangan lebih efisien atau menciptakan akses bagi kalangan masyarakat yang belum mendapatkan akses keuangan konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Penulis mengambil metode normatif, karena dalam penulisan skripsi ini menggunakan bahan pustaka atau data sekunder, asas hukum dan teori hukum serta peraturan perundang-undangan yang sesuai dan berkaitan dengan permasalahan permasalahan dalam skripsi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap penggunaan SPayLater Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil sebagai berikut: bahwa dalam pengawasan, OJK mengawasi pelaku P2P Lending melalui tiga metode yaitu pengawasan secara on-site, pengawasan secara off-site, dan pengawasan market conduct. Namun dalam skripsi ini penulis lebih berfokus pada peraturan mengenai OJK.Kata Kunci: Pengawasan, SpayLater, Otoritas Jasa Keuangan