This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011201131, FLOURENCE WYNNIE BUDIONO
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SANKSI ADAT TERHADAP WARGA YANG MELAKUKAN PERKAWINAN SUMBANG PADA MASYARAKAT DAYAK PESAGUAN HULU NIM. A1011201131, FLOURENCE WYNNIE BUDIONO
Jurnal Fatwa Hukum Vol 7, No 2 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the Dayak Pesaguan Hulu indigenous community, there are customary prohibitions on incestuous marriages that have been passed down through generations. Incestuous marriage is prohibited due to the belief that it can invite misfortune and calamity for both the descendants and the couple involved. The community holds negative views toward such marriages.The research problem formulated is "Are Customary Sanctions for Incestuous Marriages Still Applied in the Dayak Pesaguan Hulu Community in Natai Panjang Village, Tumbang Titi District, Ketapang Regency?" The objective of this research is to gather data and information regarding the sanctions for incestuous marriages, identify the factors causing such marriages, reveal the consequences of incestuous marriages on the couples involved, and uncover the efforts of community officials regarding couples engaging in incestuous marriages in the Dayak Pesaguan Hulu community. This research employs empirical methods to examine the operation of law within the community, conceptualized as the real behavior of social phenomena in the community. The nature of the research is descriptive, analyzing the phenomena and facts of the research object and subjects. Data analysis techniques utilize qualitative methods to delve deeply into the facts as the researcher directly investigates the legal issues.The research findings indicate that customary sanctions for incestuous marriages in the Dayak Pesaguan Hulu community are still enforced. Factors causing incestuous marriages include mutual affection, pregnancy outside of marriage, unawareness of familial relations, discovering familial relations when planning to marry, and personal decisions. The legal consequences involve fines and customary sanctions. Legal efforts made by customary officials to preserve customs, particularly the prohibition of incestuous marriages, include advising the community and the younger generation in Natai Panjang Village, Tumbang Titi District, Ketapang Regency.  Keywords: "Perkawinan Sumbang"/Customary Marriage Prohibitions/Customary Sanction AbstrakPada masyarakat adat Dayak Pesaguan Hulu terdapat ketentuan adat larangan perkawinan sumbang yang diwariskan secara turun-temurun. Larangan perkawinan sumbang adalah larangan untuk melakukan perkawinan dengan orang yang masih memiliki ikatan keluarga, karena dapat mengundang kesialan dan malapetaka bagi keturunan dan bagi pasangan tersebut. Masyarakat juga memiliki pandangan yang tidak baik terhadap perkawinan sumbang. Rumusan masalah penelitian ini adalah "Apakah Sanksi Adat Perkawinan Sumbang Pada Masyarakat Dayak Pesaguan Hulu di Desa Natai Panjang, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang Masih Diterapkan?". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi terkait sanksi terhadap perkawinan sumbang, mengungkap faktor yang menyebabkan perkawinan sumbang, mengungkap akibat perkawinan sumbang pada pasangan yang melakukan perkawinan sumbang dan mengungkap upaya fungsionaris terhadap pasangan yang melakukan perkawinan sumbang pada masyarakat Dayak Pesaguan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris untuk mengkaji bekerjanya hukum dalam masyarakat yang dikonsepkan sebagai perilaku nyata gejala sosial di masyarakat. Sifat penelitian adalah deskriptif untuk menganalisis gejala dan fakta obyek dan subyek penelitian. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif untuk menggali fakta secara mendalam karena penulis secara langsung meneliti permasalahan hukumnya.Hasil penelitian yang dicapai adalah sanksi adat perkawinan sumbang pada masyarakat Dayak Pesaguan Hulu masih diterapkan. Faktor penyebab terjadinya perkawinan sumbang karena saling cinta, hamil diluar perkawinan, ketidaktahuan bahwa mereka memiliki hubungan kekeluargaan, pada saat ingin melakukan perkawinan baru diketahui bahwa mereka memiliki hubungan kekeluargaan dan keputusan pribadi. Akibat hukumnya dikenakan denda loso dan sanksi Mutus Adat. Upaya hukum yang dilakukan fungsionaris adat untuk melestarikan adat terutama larangan perkawinan sumbang dengan memberikan nasihat kepada masyarakat dan generasi muda di Desa Natai Panjang Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang.    Kata Kunci: Perkawinan Sumbang/Larangan Adat Perkawinan/Sanksi Adat