Ayu, Indah Purnama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis SWOT dalam Menentukan Strategi Pemasaran di Tengah Krisis (Studi Kasus pada PT. Pos Indonesia) Ayu, Indah Purnama
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 1 (2024): JUPIN Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.245

Abstract

Perkembangan teknologi dan arus informasi, setiap perusahaan dituntut untuk terus mengembangkan diri dan melakukan inovasi untuk tetap mengibarkan bendera perusahaannya atau merosot dan gulung tikar. Teknologi yang kian canggih membuat perusahaan perlu berdaptasi untuk tetap bertahan. PT Pos Indonesia adalah salah satu perusahaan milik negara di bidang logistik. Berdasarkan sumber yang penulis himpun, di mata masyarakat, PT Pos Indonesia adalah layanan pengiriman konservatif kuno, lambat dan tertinggal. Dibanding jasa pengiriman yang lain, masyarakat lebih memilih jasa pengiriman yang lain. Hal ini tentu saja menjadi tantangan terbesar PT Pos untuk mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan jasa pengiriman yang kian menjamur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seperti apa strategi PR dalam menerapkan pelayanan Pos Indonesia dalam mempertahankan bisnisnya di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih dan krisis yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode wawancara dan dianalisa menggunakan SWOT. Hasil analisa yang dilakukan penulis berdasarkan data dan anlisa SWOT yang ada saat ini PT Pos telah mencapai kematangan dan sedang berproses bangkit dari keterpurukan dengan meluncurkan produk terbaru berbasis digital diantaranya posfin, pospay, o-ranger, dll. Namun diperlukan strategi pemasaran berkelanjutan yang dapat mengurangi pelanggan switching ke pesaing lain yang lebih memiliki teknologi terbarukan yang murah dan efisien. PT pos perlu melakukan promosi dan produk terbaru yang lebih merakyat agar tidak ada lagi pandangan bahwa PT Pos kuno dan lambat.