Indonesia, dengan potensi pariwisata yang kaya, telah menambah empat situs geopark ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark, termasuk Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan. Diakui oleh UNESCO pada tahun 2023, geopark ini terkenal dengan kekayaan geologi, hayati, dan budayanya. Pengakuan ini membuka peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi dalam promosi Geopark Maros-Pangkep sebagai warisan dunia UNESCO, serta mengidentifikasi strategi efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis media sosial serta dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, terutama Instagram, menjadi platform utama dalam promosi, didukung oleh website resmi yang menyediakan informasi komprehensif. Pengembangan konten di YouTube dan TikTok juga sedang berlangsung untuk menarik audiens muda dan internasional. Selain itu, berbagai event edukasi dan seminar, termasuk pelatihan oleh PPSDM Geominerba, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan partisipasi aktif dalam pelestarian geopark. Kesimpulannya, komunikasi efektif melalui berbagai media dan event edukasi dapat meningkatkan visibilitas dan kesadaran tentang Geopark Maros-Pangkep, mempromosikan pariwisata berkelanjutan, dan mendukung konservasi lingkungan serta budaya lokal.