Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN PADA BMT MEKAR DA’WAH SERPONG Purwanto, Hadi; Wicaksono, Amirul; Ramadhani, Gisa
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 12, No 1 (2023): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2023
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol12no1.355

Abstract

BMT Mekar Da'wah always strives to be honest in partnering and professional in work. BMT Mekar da'wah strives to be able to help and assist others in material or non-material forms. In this Sharia cooperative, the contracts applied are Mudharabah, musyarakah, and murabahah contracts and for deposits applied are Wadiah deposits. This study aims to analyze the operational standards used by front liners in serving cooperative customers to increase customer satisfaction through the company's commitment to running SOPs well. The research method used is descriptive qualitative by collecting data through interviews with the BMT Mekar Da'wah Serpong manager. The results of the study show that BMT Mekar Da'wah Serpong has met the standards, both in-store atmosphere and out-store atmosphere so that they are considered to have met service quality standards. Cooperative members in general are very satisfied with the quality of service from BMT Mekar Da'wah Serpong, this can be seen from the level of conformity of satisfaction after they compare the perceived performance with the expected performance that meets service quality standards.BMT Mekar Da‟wah selalu berupaya untuk jujur dalam bermitra dan professional dalam bekerja. BMT Mekar da‟wah berusaha untuk bisa menolong dan membantu sesama dalam bentuk materi ataupun non materi. Pada koperasi syariah ini akad yang diterapkan adalah akad Mudharabah, musyarakah, murabahah dan untuk simpanan yang diterapkan pada BMT Mekar Da‟wah yaitu simpanan Wadiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar operasional yang digunakan oleh frontliner dalam melayani nasabah koperasi dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan melalui komitmen perusahaan untuk menjalankan SOP dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada manager BMT Mekar Da‟wah Serpong. Hasil penelitian menunjukan bahwa BMT Mekar Da‟wah Serpong ini sudah memenuhi standar, baik dari in-store atmosphere ataupun out-store atmosphere sehingga dianggap telah memenuhi standar kualitas pelayanan. Para anggota koperasi secara umum sudah merasa sangat puas terhadap kualitas pelayanan dari BMT Mekar Da‟wah Serpong, hal ini dapat dilihat dari tingkat kesesuaian kepuasan setelah mereka membandingkan kinerja yang dirasakan dengan kinerja yang diharapkan sudah memenuhi standar kualitas pelayanan.
PENDIDIKAN ETIKA PROFESI DAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK INTEGRITAS MAHASISWA Melisa, Melisa; Hendriyani, Mungky; Wicaksono, Amirul; Purwanto, Hadi; Maryam, Siti
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 14, No 2 (2025): KOMPLEKSITAS EDISI DESEMBER 2025
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol14no2.1027

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between professional ethics education and anti-corruption education as an integrated approach to strengthening student integrity. The urgency of this research stems from the fact that corruption remains a significant challenge in Indonesia, reflecting a moral crisis across various levels of society. Therefore, universities need to take an active role in fostering ethical awareness and anti-corruption behavior to prevent future moral violations. This study uses a descriptive qualitative approach, drawing on literature reviews, policy analysis, and documents published between 2020 and 2024. The analysis identified patterns of integration of ethical and anti-corruption values into the higher education curriculum, their impact on student character formation, and the institutional challenges to their implementation. The results show that the systematic integration of professional ethics and anti-corruption education significantly increases students' moral awareness, honesty, and social responsibility. Students who receive values-based learning and are taught by exemplary lecturers demonstrate higher levels of ethical concern and moral sensitivity. Universities with formal academic integrity policies and anti-corruption programs also show significant improvements in academic honesty culture. The implications of this research emphasize the importance of curriculum innovation, strengthening integrity policies, and cross-institutional collaboration between universities, the government, and anti-corruption agencies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan etika profesi dan pendidikan antikorupsi sebagai pendekatan terpadu dalam memperkuat integritas mahasiswa. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang mencerminkan krisis moral pada berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam menumbuhkan kesadaran etis dan perilaku antikorupsi sebagai bentuk pencegahan dini terhadap pelanggaran moral di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, analisis kebijakan, dan telaah dokumen yang terbit antara tahun 2020 hingga 2024. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pola integrasi nilai etika dan antikorupsi dalam kurikulum pendidikan tinggi, dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa, serta tantangan institusional dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan etika profesi dan antikorupsi secara sistematis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesadaran moral, kejujuran, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis nilai dan keteladanan dosen menunjukkan tingkat kepedulian etis dan kepekaan moral yang lebih tinggi. Perguruan tinggi yang memiliki kebijakan integritas akademik dan program antikorupsi formal juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam budaya kejujuran akademik. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi kurikulum, penguatan kebijakan integritas, serta kolaborasi lintas lembaga antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga antikorupsi.