Air merupakan kebutuhan mendasar bagi industri dalam setiap proses produksi dan seluruh aktivitasnya. Sistem pengolahan air bersih merupakan kebutuhan penting dari sebuah kawasan industri. Kajian ini dilakukan dengan urgensi untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta solusi berbasis bukti yang dapat mendukung kebijakan dan praktik yang lebih efektif dalam pengelolaan air. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil referensi jurnal dalam database Google Scholar dan Open Knowledge Maps untuk melakukan tinjauan literatur sistematis dan ekstraksi data ilmiah. Instalasi Pengolahan Air dengan sistem konvensional atau lengkap merupakan suatu sistem yang menggabungkan proses intake, pra-sedimentasi, aerasi, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, disinfeksi, dan reservoir. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem konvensional dapat mencapai tingkat penghilangan kekeruhan hingga 90% dan mengurangi konsentrasi bakteri patogen hingga 99%. Selain itu penggunaan PAC juga dapat meningkatkan efisiensi penyisihan bahan organik humic acid hingga 90% dibandingan dengan tidak menggunakan PAC hanya 40%. Hasil efisiensi menunjukkan bahwa tingkat efisiensi unit ultrafiltrasi tidak lebih tinggi dibandingkan dengan unit konvensional. Sangat penting untuk menciptakan inovasi dan mengintegrasikan teknologi modern untuk meningkatkan kinerja sistem tradisional, baik dengan menggunakan bahan kimia yang lebih efisien, mengoptimalkan proses filtrasi, atau menerapkan teknologi tambahan seperti membran atau sistem yang menggunakan bioteknologi.