Kasus obesitas yang terus bertambah di era digital dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik, serta faktor demografis. Untuk mendukung upaya deteksi dini, penelitian ini menerapkan metode machine learning guna mengklasifikasikan tingkat obesitas berdasarkan Obesity Levels Dataset yang memuat 2.111 data individu dengan 17 variabel terkait perilaku dan kondisi fisik. Penelitian berfokus pada analisis perbandingan dua algoritma klasifikasi, yaitu K-Nearest Neighbor (KNN) dan Decision Tree, dengan tujuan menilai akurasi, presisi, recall, serta stabilitas performa kedua model setelah melalui proses optimasi. Tahapan penelitian dimulai dengan pembersihan data, imputasi nilai hilang menggunakan median, penghapusan outlier melalui metode IQR, encoding variabel kategori, serta standardisasi fitur numerik. Untuk menangani ketidakseimbangan kelas, digunakan teknik SMOTE sehingga setiap kategori kelas target memiliki distribusi yang seimbang. Model kemudian dilatih menggunakan data latih sebesar 80% dan dievaluasi pada 20% data uji. Optimasi parameter dilakukan menggunakan GridSearchCV. Pada model K-Nearest Neighbor, nilai k terbaik diperoleh pada k = 3 dengan akurasi 86,59%. Sementara itu, Decision Tree mencapai performa optimal pada konfigurasi max_depth = 10, min_samples_split = 5, dan min_samples_leaf = 1. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua algoritma mampu melakukan klasifikasi tingkat obesitas dengan baik setelah proses tuning dan penyeimbangan data. Decision Tree memberikan performa yang lebih stabil dalam mengenali pola kompleks antarvariabel, sedangkan K-Nearest Neighbor menunjukkan performa optimal pada nilai k kecil ketika data telah distandarisasi dan diseimbangkan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas kedua algoritma dalam pemodelan klasifikasi obesitas serta dapat menjadi dasar pengembangan sistem prediksi kesehatan berbasis machine learning yang lebih akurat dan efisien.