Maulana, Andrian Gilang
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tradisionalisme Islam dan Stoicisme dalam Arus Modernitas Bagi Kesehatan Mental Maulana, Andrian Gilang
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v10i1.10892

Abstract

Modernisasi memiliki arti penting dalam skala perubahan lanskap sosial secara global. Baik itu pada struktur sosial, dinamika sosial, hingga yang paling dekat dewasa ini yaitu mengenai kesehatan mental. Perubahan tersebut sangat jelas terlihat dari bagaimana masyarakat terdigitalisasi oleh media baru (internet) yang merupakan produk dari modernitas. Pada penelitian ini penulis ingin menampilkan tawaran dari stoicisme dan tradisionalisme islam sebagai acuan nilai dan moral untuk manusia modern. Metode yang akan digunakan ialah kualitatif yang berupa library research (kepustakaan) di mana sumber data berasal dari buku, artikel dan beberapa web site. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa ada poin tambahan yang dibawa oleh stoicisme dan tradisionalisme islam yang menjadi prangkat subjektif dari penyembuhan manusia modern. Stoicisme dengan konsep yang mengarahkan manusia untuk hidup “selaras dengan alam”, dan tradisionalisme islam yang mengarahkan manusia untuk kembali pada eksistensinya sebagai hamba tuhan atau “hidup selaras dengan tuhan”. Manusia modern telah menapaki babak baru dari perubahan zaman yang tercipta oleh proses modernisasi. Perubahan ini dikehendaki oleh kehadiran media digital yang merupakan produk dari modernisasi pada kehidupan manusia. Kehadirannya menciptakan percepatan arus informasi dan komunikasi yang masif bagi manusia yang tanpa disadari berimplikasi terhadap kesehatan mental. Kemudian kesehatan mental yang menjadi isu penting dalam hal ini mendapatkan angin segar dari kehadiran agama dengan tambahan mekanisme koping bagi kesehatan mental, yaitu “religious coping”.