Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengendalian dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku Castable LC 16 dengan Metode Periodic Review dan Continous Review di PT. XYZ Surabaya Kurnia Ela Rahayu; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.117

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu Perusahaan manufaktur yang memproduksi produk tahan. Salah satu produk yang diproduksi adalah Castable. Di Perusahaan ini terjadi overstock dan stockout pada bahan baku utama Castable yaitu Bauxite Halus, Bauxite Sedang, dan Bauxite Kasar. Overstock dan stockout ini mengakibatkan biaya persediaan menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian dan perencanaan persediaan bahan baku Castable LC 16 sehingga dapat meminimasi total biaya persediaan menggunakan metode Periodic Review dan Continous Review. Kesimpulan dari penelitian didapatkan total biaya persediaan terkecil menggunakan metode Continous Review yaitu sebesar Rp 1.438.344.654 dan total biaya persediaan metode Perusahaan sebesar Rp 1.457.452.920, sehingga memberikan penghematan sebesar 1,31%.
Analisa Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Metode Fuzzy Inventory Control (PT. XX Probolinggo) Nur Hafidhatul Wahidah; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 1 No. 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.132

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XX Probolinggo dalam pengelolaan persediaan bahan baku untuk produksi celana jeans adalah muncul kekurangan bahan baku (stockout) mencapai 8.120 Yd kain, 15.330 Yd benang jahit, 77.050 unit kancing, 46.970 unit resleting dan 288.800 unit rivets. Serta adanya kelebihan bahan baku (overstock) tertinggi yang mencapai 17.738 Yd kain, 33.500 Yd benang jahit, 58.350 unit kancing, 43.000 unit resleting dan 168.400 unit rivets. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sehingga biaya persediaannya minimum. Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah Metode fuzzy inventory control, pertimbangannya adalah karena Model fuzzy (fuzzy inventory control) adalah salah satu model persediaan yang sesuai dengan kondisi permintaan yang fluktuatif. Hasil penelitian ini adalah jumlah pemesanan optimal bahan baku celana jeans pada tahun 2020 sebanyak 72.570 Yd kain, 191.970 Yd benang jahit, 462.800 Unit Kancing, 462.800 Unit Resleting dan 2.901.000 Unit Rivets sehingga diperoleh total biaya pengendalian persediaan sebesar Rp. 2.234.987.960,- setahun. Sedangkan dengan menggunakan model fuzzy ini perusahaan dapat menghemat total biaya pengendalian persediaan sebesar 14,97%.
Analisis Beban Kerja Operator Produksi Koran dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Modified Cooper Harper (MCH) di PT. Temprina Media Grafika Gresik Bagus Ady Susanto; Sunardi; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.133

Abstract

PT. Temprina Media Grafika Gresik merupakan perusahaan percetakan yang bergerak di Web Rotary Offset Printing. Perusahaan mampu mencetak 30.000 eksemplar koran dengan jam kerja pukul 20.30-02.00 WIB. Tingkat tekanan kerja tinggi sering dialami operator, dikarenakan deadline cetak koran pendek dan mesin sering mengalami trouble. Selain itu, setiap tahun jumlah operator tetap. Oleh sebab itu, beban kerja merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Modified Cooper Harper (MCH) dalam pengukuran beban kerja. Dengan DRAWS dapat diukur beban kerja secara umum. Lalu dianalisa lebih lanjut aktivitas (tahapan) kerja yang memiliki beban kerja tinggi dengan MCH. Berdasarkan metode DRAWS, didapat beban kerja sebesar 68,33% (kategori overload) dengan sebaran kerja fisik 44,44% dan mental 55,56%. Variabel Time Pressure mendominasi beban kerja (31,24%). Analisa lanjutan dengan metode MCH didapat bahwa dari 17 aktivitas (tahapan) kerja, 10 berkategori overload, 6 berkategori optimal load, dan 1 berkategori underload. Dari 10 aktivitas (tahapan) kerja berkategori overload (metode MCH) merupakan penyebab kerja mental dominan (sebesar 55,56%) dan berdampak pada variabel Time Presurre sehingga menyebabkan beban kerja tinggi pada operator cetak koran sebesar 68,33% (metode DRAWS). Perbaikan sistem kerja, kondisi lingkungan kerja, juga sistem maintenance dirasa perlu sebagai usulan perbaikan guna menghasilkan proses produksi yang lebih baik.
Analisis Ekonomi Penggantian Tenaga Manusia dengan Mesin Pada Pekerjaan Mengangkut Bahan Baku di Bagian Gudang PT. XYZ Abdul Kadir; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.185

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibagian produksi tepung beras putih dan tepung ketan putih dengan merek “Rose Brand”. Permasalahan yang dihadapi PT.XYZ adalah pada proses pengangkatan bahan baku dari truck kontainer menuju gudang yang masih menggunakan tenaga manusia sebanyak 20 orang pengangkat dan pekerja tersebut bekerja dalam 1 hari selama 8 jam. Setiap orang mengangkat 1 karung dengan berat 50 Kg/karung. Jumlah dan berat yang diangkat membutuhkkan waktu yang lebih lama pekerjaan jadi tidak efektif, sehingga dengan menggunakan tenaga manusia untuk memindahkan bahan baku mudah menimbulkan rasa lelah dan juga resiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi dalam penggantian tenaga manusia dengan mesin pada pekerjaan mengangkut bahan baku digudang PT.XYZ. Dalam menentukan kelayakan secara ekonomi yang lebih layak untuk dilakukan, maka dalam penelitian ini dilakukan analisis serta perhitungan kelayakan ekonomi dengan perhitungan NPV(Net Present Value), BCR(Benefit Cost Ratio), PBP(PayBack Periode), ROI(Return On Investment). Hasil perhitungan kelayakan ekonomi dari penelitian ini adalah nilai NPV= Rp.1.180.910.575>0, nilai BCR= 3,36>1, nilai PBP= 1,1<N (5 tahun), nilai ROI= 87,18%>MARR (14%). Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomi maka dapat dikatakan penggantian menggunakan mesin forklift fisibel secara ekonomi dan penggantian dapat dilakukan.
Penerapan Metode PLS Pada Analisis Faktor Kemampuan Daya Saing Berkelanjutan UMKM Batik di Kota XYZ Mohammad Yoga Anang Krisnawan; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.218

Abstract

Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur khususnya di Kota Bangkalan sangat strategis dan dibutuhkan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. Masyarakat Bangkalan sudah cukup terkenal dengan industri kecilnya dalam membuat Batik, baik Batik Tulis maupun Batik Cap yang sudah banyak berkembang di Kota Bangkalan. Tetapi di luar XYZ, UMKM Batik XYZ masih belum sepenuhnya mampu bersaing dengan UMKM Batik dari daerah lain, terutama dengan UMKM Batik dari pulau Jawa. Dari keterangan tersebut dapat dilihat bahwa salah satu permasalahan UMKM Batik di Kota Bangkalan adalah masih kurang kuatnya kemampuan bersaing bila dibandingkan dengan UMKM Batik dari daerah lain. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi daya saing. UMKM Batik Cap di Kota Bangkalan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). Hasil yang ditunjukan pada penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa 74,8% variabel daya saing (Dy) yang dipengaruhi oleh sumber daya, infrastruktur, produk, IPTEK, kemampuan usaha, dukungan eksternal, kebijakan pemerintah dan 50,7% variable kemampuan bersaing (Kb) yang dipengaruhi oleh daya saing (Dy) hal tersebut menandakan bahwa hubungan mengarah ke negatif dimana malah mengurangi daya saing bagi mereka, dimana daya saing sangat berpengaruh untuk kemampuan bersaing berkelanjutan bagi umkm batik Kab.Bangkalan.
Usulan Penentuan Interval Waktu Penggantian Komponen dan Kebijakan Persediaan Komponen dengan Menggunakan Metode Age Replacement dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) di PT. XYZ Erwinda Fitriani L; MT. Safirin
JUMINTEN Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.230

Abstract

PT. XYZ adalah suatu perusahaan yang memproduksi alumunium profil. Untuk memproduksi alumunium profil, perusahaan menggunakan mesin-mesin yang beroperasi secara terus menerus setiap harinya. Salah satu mesin yang digunakan untuk proses produksi adalah Mesin Extrusion. Mesin Extrusion memiliki 2 komponen kritis yang diteliti yaitu komponen pisau potong dan komponen die. Pada saat ini perusahaan hanya melakukan penggantian komponen terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian baik dari segi waktu maupun biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval waktu penggantian komponen kritis dari mesin Extrusion guna meminimalkan biaya perawatan yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menentukan jumlah persediaan komponen yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Age Replacement. Berdasarkan dari hasil penerapan metode Age Replacement tersebut didapatkan bahwa waktu yang optimal untuk melakukan penggantian komponen pisau potong adalah 40 hari sedangkan untuk komponen Die adalah 60 hari. Perbandingan total biaya perawatan setelah penerapan dan sebelum penerapan metode adalah Rp. 18.665.850,8 dan Rp. 10.113.700. Nilai efisiensi berdasarkan perhitungan yaitu sebesar 45,81%.