Akmal, Ivandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK PERADABAN MANUSIA Akmal, Ivandi
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah jalan terindah untuk membangun peradaban. Sehubungan dengan hal itu, kurikulum menjadi rambu-rambu yang akan membantu dan memudahkan kita mencapai tujuan. Sejatinya kurikulum itu sederhana. Ia memuat apa yang akan kita lakukan agar peserta didik yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, malas menjadi rajin, sembrono menjadi disiplin, tidak literat menjadi literat, dan seterusnya. Oleh karena itu, kurikulum yang dirancang harus siap mengantisipasi kebutuhan mereka, baik kebutuhan saat ia belajar maupun kebutuhan di masa datang. Modal yang paling utama yang harus dimiliki adalah pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan harus memiliki integritas yang tinggi dalam rangka memperbaiki sistem, kurikulum, struktur dan proses pendidikan. Konsep pendidikan dewasa ini tampaknya bukan lagi menjadi tanggung jawab pengembang Ilmu Pendidikan formal, tetapi menjadi milik semua aktivitas masyarakat yang membutuhkan layanan pengembangan Ilmu Pendidikan. Masa depan pendidikan di Indonesia dapat dipikirkan dalam kerangka kerja yang lebih luas serta memadai untuk mendukung lahirnya sebuah peradaban baru. Maju mundurnya peradaban suatu bangsa tergantung pada potensi sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Potensi SDM akan maksimal manakala ditopang oleh pendidikan yang maju. Antara pendidikan dan peradaban merupakan dua hal yang berbanding lurus. Oleh karena itu bangsa yang beradab memberikan ruang khusus untuk pendidikan. Semakin banyak ruang untuk pendidikan maka semakin tinggi peradaban yang akan diukir. Sebaliknya, peradaban yang lemah dikarenakan pendidikan tidak mempunyai ruang yang memadai. Dengan demikian bila pembangunan pendidikan dan pembangunan bidang lain misalnya politik, ekonomi, kesejahteraan, ketenagakerjaan dilihat sama-sama memberikan perhatian terhadap upaya membangun peradaban. Berdasarkan analisis secara komprehensip, kerangka kerja yang dibentuk berdasarkan tiga sistem gesekan yang memberi tekanan pada suatu sistem peradaban baru, yaitu pada sistem perencanaan pendidikan nasional yang bersifat membenahi sistem filsafat pendidikan nasional yang bersifat 'antisipatoris' terhadap perkembangan masa depan, menata sebuah sistem pendidikan nasional yang akan melahirkan suatu peradaban manusia baru yang kritis-demokratis.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI UNTUK KEPALA SEKOLAH Akmal, Ivandi
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar, komunikasi di bidang pendidikan membantu membangun hubungan positif di antara para pendidik. Dalam hal ini, kepala sekolah menggunakan komunikasi organisasi untuk berkomunikasi dengan guru pengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library study) yang berfokus pada pengumpulan dan analisis literatur yang relevan dengan topik komunikasi organisasi dan kepemimpinan kepala sekolah. Sumber literatur yang digunakan meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen resmi yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir untuk memastikan relevansi dan kekinian informasi. Menciptakan suasana di sekolah yang menumbuhkan prestasi siswa secara optimal dan pembelajaran yang efektif memerlukan komunikasi organisasi yang baik. Agar dapat melaksanakan tugasnya secara efisien, kepala sekolah harus memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, baik secara lisan maupun nonverbal, serta mampu membina hubungan baik dengan setiap siswa di sekolah. Selain itu, membangun iklim sekolah yang mendorong keberhasilan pembelajaran, partisipasi pemangku kepentingan, dan kerja sama yang konstruktif bergantung pada penggunaan alat komunikasi resmi dan informal secara efektif. Hasilnya, peningkatan komunikasi organisasi di sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan pembelajaran siswa dan kinerja sekolah secara keseluruhan.